Suasana lengang di Jalan Gajah Mada Tabanan
Suasana lengang di Jalan Gajah Mada Tabanan

TABANAN, balipuspanews.com – Berbeda dengan sehari setelah hari suci Nyepi sebelum-sebelumnya, suasana Ngembak Geni kali ini terlihat sangat berbeda. Jalanan, seperti dibeberapa ruas jalan di kota Tabanan masih terlihat sepi.

Hal tersebut terpantau awak media ini pada rahina Ngembak Geni, Kamis (26/3) pagi. Bahkan saking sepinya jalanan, seorang pejalan kaki yang awak media temui di jalan Gajah Mada (jantung kota Tabanan) menyebut hari Ngembak Geni ini sebagai Nyepi hari kedua.

Selain jalan Gajah Mada, berbagai ruas jalan di Tabanan memang terlihat sangat sepi. Seperti misalnya jalan pahlawan (depan BRSUD Tabanan) jalan Diponegoro dan dibeberapa ruas jalan lainnya. Biasanya atau seperti pada rahina Ngembak Geni sebelumnya, jalanan akan terlihat ramai aktivitas. Terutama lalu lalang masyarakat menuju jalur-jalur wisata.

Salah satu warga kota Tabanan I Gusti Komang Dharma Sastra yang juga selaku Penyarikan Banjar Adat Kamasan, Desa Dajan Peken, Tabanan, Kamis (26/3) mengatakan bahwa kemungkinan alasan terbesar jalanan masih sepi sehari setelah hari suci Nyepi karena adanya himbauan Bupati Tabanan untuk melaksanakan Amati Lelungan di hari Ngembak Geni ini.

“Ya, di wa ramai saling share himbauan Bupati Tabanan untuk melaksanakan Amati Lelungan di rahina Ngembak Geni ini,” sebutnya.

Dharma Sastra yang merupakan seorang pendidik ini menjelaskan, Amati Lelungan sendiri adalah bagian dari Catur Brata Penyepian. Amati Lelungan sendiri bermakna tidak melakukan kegiatan bepergian.

Bagi Dharma Sastra, adanya himbauan Amati Lelungan ini sangat layak dihormati. Mengingat saat ini, wabah Covid-19 semakin meluas. Sehingga himbauan Amati Lelungan menjadi penting.

“Setidaknya masyarakat tidak bepergian dan mengisi liburan dengan mengunjungi obyek-obyek wisata tertentu yang kemudian membuat terjadinya kerumunan,” tutupnya. *BPN/ rah