Singaraja, balipuspanews.com – Nama kolam renang Petirtaan Mumbul memang belum kondang. Meski terhitung baru, namun tak sedikit petualang memburu obyek wisata yang menawarkan sensasi air dingin sedingin air es.

Ya, lokasi wisata tirta milik Desa Adat Anturan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Dinas Anturan ini tentunya bisa menjadi referensi ketika sedang mengunjungi Kota Singaraja.

Mata air di obyek wisata kolam renang, dipercaya mampu menyehatkan tubuh bahkan dijadikan sebagai tempat pengobatan alternatif.

Masyarakat meyakini, badan yang terasa pegal-pegal akan segar kembali setelah berendam di kolam dari mata air dingin sedingin es tersebut.

Konon, kandungan oksigen di dalam air tersebut dipercaya mampu mempercantik dan menghaluskan kulit.

Penasaran ingin mengetahui lokasinya?

Lokasinya berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Singaraja, terletak di Banjar Dinas Munduk, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng-Bali.

Pengunjung tidak akan bingung untuk mencapai kolam renang ini, lantaran lokasinya memang berada tidak jauh dari di tepi jalan raya Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di belakang gedung kampus Mapindo Singaraja.

Ketut Mangku Bendesa Adat Anturan

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua, pihak pengelola sudah menyiapkan jalan khusus agar pengunjung bisa langsung memarkir kendaraannya di dekat kolam renang.

Sedangkan untuk calon pengunjung yang membawa kendaraan roda empat, pengelola pun sudah menyiapkan parkir yang berada di sebelah barat lokasi kolam renang, dimana jalur masuknya melalui jalan yang akan menuju pantai Hotel Celuk Agung, Desa Anturan.

Ketika mengunjungi tempat tersebut, bangunan di dalam kolam memang terlihat belum sepenuhnya selesai direnovasi. Di sekitar obyek wisata juga tak terlihat fasilitas-fasilitas seperti toilet, tenda, kedai atau cafe juga wahana hiburan layaknya di tempat wisata lain.

Namun demikian, pihak pengelola menyediakan dua gazebo yang terbuat dari kayu pada sisi barat kolam renang Petirtaan Mumbul.

Meski kolamnya tidak terlalu luas, pengunjung dijamin tidak akan dibuat kecewa, lantaran suhu air yang cukup dingin bahkan dianggap seperti air es akan memberikan sensasi tersendiri.

Lokasi wisata yang tergolong baru ini tak pernah sepi pengunjung, utamanya saat hari libur. Biasanya, pada hari libur, ratusan pengunjung silih berganti berdatangan lantaran mereka dirundung rasa penasaran ingin menjajal sensasi berendam dan berenang di kolam renang air dingin yang berada di areal seluas 800 meter persegi.

Kejernihan air yang muncul dari 11 mata air tentunya akan membuat rasa betah hingga pengunjung ingin berlama-lama berenang atau berendam di kolam Petirtaan Mumbul.

Klian Desa Adat Anturan, Ketut Mangku ketika ditemui di kediamannya pada Minggu (28/5) pagi mengatakan bahwa air di tempat permandian yang memiliki sensasi dingin itu sudah ada sejak dahulu dari turun temurun.

Photo Pura Ayu Taman Petirtaan Mumbul sebelum direnovasi terlihat kumuh

Lokasi obyek wisata tirta kolam permandian Petirtaan Mumbul terletak di areal Pura Ayu Taman, diatas lahan milik Desa Adat Anturan seluas 800 meter persegi.

Lanjut dia, Obyek wisata permandian tersebut berbentuk memanjang dari arah timur ke barat, dan areal itu dibagi menjadi tiga tempat yakni jeroan Pura Ayu Taman, jaba tengah Pura Ayu Taman, dan permandian kolam renang Petirtaan Mumbul. Lokasi itu lengkapnya memiliki 11 sumber mata air dengan fungsi dan manfaat berbeda.

“Sensasi air dingin itu ada di tiga tempat, pertama jeroan Pura Ayu Taman, lalu jaba tengah Pura Ayu Taman dan terakhir kolam renang Petirtaan Mumbul. Paling dingin itu, ya sumber air di bawah pohon beringin di jeroan Pura Ayu Taman. Itu bersifat khusus, tidak boleh sembarangan orang masuk kesana,” terangnya.

Pada bagian Jeroan Pura Ayu Taman dikatakan khusus, lantaran oleh warga desa adat setempat digunakan sebagai tempat menggelar kegiatan suci seperi nunas (minta) tirta penembak dan juga ritual piodalan yang digelar oleh desa adat Anturan.

Namun demikian, pihak pengelola merekomendasikan dua tempat lainnya sebagai tempat permandian bagi pengunjung, yakni jaba Pura Ayu Tan dan kolam Petirtaan Mumbul.

Pengunjung pun ternyata tak bisa sembarangan jika ingin berendam di sumber mata air yang berada di jaba tengah Pura Ayu Taman lantaran lokasi itu dimanfaatkan untuk kegiatan spriritual, seperti melukat juga untuk sarana pengobatan alternatif.

Nah, berbatasan langsung dengan pagar besi di jaba Pura Ayu Taman, pihak pengelola menyediakan tempat rekreasi berupa permandian umum yang bisa digunakan untuk berenang ataupun berendam. Bahkan, pengelola juga menempatkan dua gazebo pada sisi barat Kolam Petirtaan Mumbul.

“Sebelum melukat atau berendam di jaba Pura Ayu Taman, wajib melakukan persembahyangan terlebih dahulu dipimpin Jro Mangku Ketut Kartia. Airnya diyakini dan sudah banyak yang membuktikan mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit, alergi juga lainnya. Pengunjung nantinya cukup 15 menit saja berendam di jaba Pura Ayu Taman, rasanya tubuh ini seperti berendam di air es,” ungkapnya.

Berbicara tentang penataan lokasi, penataannya sudah mulai dilakukan sejak satu tahun lalu dengan dana anggaran yang bersumber dari dana lembaga adat serta bantuan hibah provinsi Bali.

“Pihak desa adat dan pemerintah dinas desa dan juga masyarakat secara bertahap mulai menata lokasi yang dulunya sangat kumuh. Penataannya dimulai sejak tahun lalu, sedangkan renovasi bangunan itu pada bulan Maret lalu, menghabiskan dana mencapai sekitar Rp 450 juta,” tutupnya.

Sedikit bocoran, pengunjung tak usah khawatir jika ingin berenang atau sekedar berendam, lantaran sampai saat ini pihak pengelola belum memberlakukan tarif masuk alias gratis.

Selamat mencoba sensasi air dingin di permandian kolam Petirtaan Mumbul Desa Anturan-Buleleng.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here