28.7 C
Denpasar
29/01/2022, 7:11 PM
NasionalJakartaNilai Kebangsaan dan Nilai Agama Harus Selaras untuk Bangkitkan Jiwa Kepemimpinan Milenial...

Nilai Kebangsaan dan Nilai Agama Harus Selaras untuk Bangkitkan Jiwa Kepemimpinan Milenial Hindu

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Anggota Komisi VIII DPR I Komang Koheri mengatakan untuk membangkitkan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi milenial Hindu, perlu ditanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai agama.

Baik nilai kebangsaan dan nilai agama harus dijalankan secara selaras oleh milineal Hindu agar terwujud kualitas pribadi yang diharapkan.

Penegasan disampaikan Komang Koheri dalam diskusi Webinar Nasional 2021 bertajuk ‘Membangkitkan Jiwa Kepemimpinan Generasi Milenial Hindu’ yang diselenggarakan Civitas Akademika STAH Lampung, pada Minggu (15/8/2021).

Menurut Anggota Komisi DPR RI yang membidangi Sosial dan Agama ini dalam konteks kenegaraan, seorang calon pemimpin harus menjiwai nilai-nilai yang terkandung dalam pedoman hidup negara yaitu Pancasila.

“Sama dengan Pancasila, yaitu ketuhanan. Pemimpin juga harus memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Hiduplah dengan membawa pesan tuhan. Melayani. Karena tangan yang diberikan tuhan ini bukan hanya untuk diri sendiri juga untuk orang lain,” ucap politisi dari PDI Perjuangan ini.

Selain itu, menurutnya pemimpin juga harus memiliki jiwa persatuan. Apalagi di dalam masyarakat Indonesia yang memegang semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Karena perbedaan itu juga adalah sebenarnya persatuan,” kata Koheri.

Pemimpin, sambung dia, juga harus memiliki nilai-nilai demokrasi. Dalam artian harus sering melakukan mulatsalira. Karena tidak harus pemimpin itu dalam mengambil keputusan melakukannya dengan cara voting (pemungutan suara).

“Karena itu bukan budaya kita. Budaya kita adalah kebersamaan. Gotongroyong,” imbuhnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Lampung II (meliputi Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji) ini mengatakan ketika empat sila dalam Pancasila itu berhasil dilaksanakan dengan benar, maka bisa terwujud tujuan dan harapan bangsa Indonesia pada Sila kelimanya yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkan dari tinjauan agama Hindu, Komang Koheri menyebut konsep Brahman Atman Aikyam tepat untuk dipedomani untuk membangkitkan jiwa kepemimpinan.

Ia juga merujuk kepemimpinan Sri Rama.

“Bisa belajar dari Sri Rama. Pemimpin yang sangat adil dalam memimpin di kerajaannya. Kita perlu banyak belajar etos dari mereka,” tegas Koheri.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) I Nyoman Widia mengungkapkan umat Hindu masih minim tampil dalam kepemimpinan di tingkat nasional.

Dalam strategi kepemimpinan, Nyoman Widia mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah melahirkan dulu seorang pemimpin.

“Pertama dilahirkan dulu. Baru kemudian dibentuk. Kalau nggak dilahirkan nggak akan ada. Jadi konsep yang saya sampaikan di sini adalah jiwa kepemimpinan itu, pertama harus kita temukan dulu. Karena selama ini banyak pribadi merasa tidak memiliki jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.

“Setelah kita temukan ya.. kita bangkitkan. Sesuai dengan tema hari ini. Bangkitkan jiwa kepemimpiann yang sudah kita temukan itu. Nah, setelah bangkit, ya kembangkan. Supaya kepempinan itu benar-benar terwujud,” kata Widia.

Atas dasar itu, ia sependapat dengan pernyataan I Komang Koheri tentang ajaran Brahman Atman Aikyam untuk dipedomani.

“Pak Komang Koheri menyebut dengan Brahman Atman Aikyam. Konsep ketuhanan dalam Hindu, yaitu ada Brahman di buana agung, ada Aikyam di buana alit,” urainya.

Ajaran itu, sambung Widia dapat diterjemahkan bahwa sesungguhnya tuhan itu adalah satu kesatuan antara Brahma dan Aikyam yang kemudian didelegasikan ke dalam diri manusia.

“Jadi ada kekuatan dasyat di dalam diri kita termasuk kekuatan, kemampuan untuk memimpin. Ajaran Brahman Atman Aikyam ini mengajarkan, memedomani kita bahwa di dalam diri kita sesunguhnya sudah ada jiwa kepemimpinan,” tegasnya.

Lalu bagaimana cara membangkitkan jiwa kepemimpinan itu setelah seorang individu menemukannya? Nyoman Widia menekankan perlunya memedomani konsep Tri Kaya Parisudha. Yaitu tiga unsur pembentukan perbuatan. Yaitu Manacika (berpikir yang bersih dan suci), Wacika (ucapan yang baik, sopan dan benar) serta Kayika (berbuat yang jujur, baik dan benar) atau dalam pandangan Widia, Kayika merupakan gerak tubuh.

Oleh karena itu, Widia menegaskan bila konsep itu benar-benar dipahami maka tidak ada lagi generasi milinelial Hindu yang merasa tidak memiliki jiwa kepemimpinan.

“Jangan lagi ada kata-kata bahwa saya tidak memiliki jiwa kepemimpinan,” tandasnya.

Pembicara lainnya, Ketua Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan (Kang Tamil) menekankan pentingnya para tokoh yang saat ini menjadi teladan dan pemimpin yang berkiprah di dalam organisasi keumatan Hindu untuk menampilkan sosok pemimpin sejati.

“Pemimpin itu adalah contoh. Saya perlu ditekankan di sini, bahwa salah satu isu nasional kita adalah adanya krisis kepemimpinan dalam umat Hindu,” ucap Kang Tamil.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional
01:56
Video thumbnail
Empat Siswa Dinyatakan Positif Covid 19, Siswa dan Guru di MAN 2 Jembrana Diswab
01:35
Video thumbnail
Siswa Tepapar Covid 19, PTM di Jembrana Dihentikan
01:38
Video thumbnail
Isoter Kembali Diaktifkan, Satgas Segera Berlakukan Jam Malam
02:57
Video thumbnail
Buleleng Siap Gelar Gebyar Vaksin Booster
01:32
Video thumbnail
Produk Olahan Cokelat Jembrana Tembus Pasar Dunia
02:33
Video thumbnail
Ular Pura Goa Lawah Muncul, Warga Menyebut Sebagai Pertanda Baik
01:29
Video thumbnail
Cegah Penularan Covid 19, Besuk Tahanan Dilarang
01:35
Video thumbnail
Rutan Polresta Membludak, Mayoritas Tahanan Narkoba dan Kriminal
02:19
Video thumbnail
Pantai di Klungkung Akan Dibuatkan Tanggu Pengaman
01:44
Video thumbnail
Pasca Berstatus Zona Hijau, RSU Klungkung Kembali Rawat Pasien Covid 19
02:13
Video thumbnail
Atlet Muaytai Klungkung Raih Lima Medali di Kejurnas Makassar
02:12
Video thumbnail
Warga Resah, Babi Milik Warga Abang Mati Misterius
02:01
Video thumbnail
Pasien Isoman di Denpasar Mulai Dipindahkan ke Isoter
02:17
Video thumbnail
Rest Area Goa Jepang Akan Menjadi Tempat Rekreasi
01:44
Video thumbnail
Hindari Tahanan Kembali Kabur, Polres Revitalisasi Sel
02:23
Video thumbnail
Hadapi Varian Omicron, Masyarakat Jangan Panik, Tetap Disiplin Prokes
02:50
Video thumbnail
Pengamen dan Gepeng di Denpasar Dipulangkan ke Daerah Asal
02:15
Video thumbnail
Harga Minyak Goreng di Klungkung Dipastikan Stabil
02:02
Video thumbnail
Pelayanan Vaksinasi Booster di Puskesmas Mulai Dilakukan
02:07
Video thumbnail
Seminggu, Minyak Goreng di Buleleng Harus Menyesuaikan di Harga Rp 14 Ribu
01:53
Video thumbnail
Vaksin Booster Sudah Bisa Dilakukan di Puskesmas, Ini Syaratnya
01:36
Video thumbnail
Polisi Bubarkan Kerumuman yang Bisa Meresahkan Masyarakat
01:36
Video thumbnail
BLT DD di Buleleng Kembali Bergulir
02:32
Video thumbnail
Ciptakan Ekosistem Ekonomi Digital, Bandara Ngurah Rai Dukung QRIS
03:10
Video thumbnail
Monumen “Sita Kepandung” Akan Dibangun di Simpang Enam Denpasar
03:20
Video thumbnail
Tiga Tahanan Kasus Pencurian Kabur
01:20
Video thumbnail
Desa Adat Buleleng Sepakat Tak Buat Ogoh Ogoh
02:42
Video thumbnail
Berkunjung ke Gianyar, Kak Seto Ajak Anak Dengarkan Dongeng
02:52
Video thumbnail
Korsleting Kerap Jadi Pemicu Kebakaran, Damkar Karangasem Himbau Warga Perhatikan Instalasi Listrik
01:52
Video thumbnail
Bali Kembali Dipilih Jadi Tuan Rumah Event Bertaraf Internasional
03:01
Video thumbnail
Harga Bawang Merah Turun Petani Kintamani Menjerit
02:08
Video thumbnail
Capaian Vaksin Sudah Penuhi Target, Buleleng Siap Terima Booster Dosis III
01:55
Video thumbnail
Pawai Ogoh Ogoh di Jembrana Menunggu Perkembangan Kasus Covid-19
03:42
Video thumbnail
Vaksinasi Anak Usia 6 11 Tahun Masuk Dosis ke II
02:23
Video thumbnail
Vaksin Booster Dimulai, Masyarakat Diminta Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi di PeduliLindungi
02:09
Video thumbnail
Bali Siap Terima Booster Dosis Ketiga
02:44
Video thumbnail
Penjual Hewan Penular Rabies di Pasar Satria Ditertibkan
02:21
Video thumbnail
Cegah Terjadinya Banjir, Pembersihan Saluran Air di Denpasar Terus Digencarkan
02:06
Video thumbnail
Badai dan Puting Beliung di Selat Bali, Penyeberangan Kembali Lumpuh
01:52
Video thumbnail
PTMT 100 Persen di Buleleng Sudah Mulai Dilakukan, Prokes Harus Tetap Diawasi
02:14
Video thumbnail
Tekan Penularan Kasus, Tracing Jemput Bola Terus Digencarkan di Denpasar
02:01
Video thumbnail
Diterjang Derasnya Air Sungai, Akses Jalan Menuju Villa dan Pantai di Tegal Besar, Klungkung Putus
01:42
Video thumbnail
Selama Dua Minggu Kasus Covid-19 Naik, Satgas Minta Warga Lebih Waspada
01:38
Video thumbnail
Tambah Daya Tarik Wisatawan, Pantai Jungutbatu, Nusa Penida Akan Ditata
02:14
Video thumbnail
Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Vaksin Booster Ilegal
02:14
Video thumbnail
Puluhan Ekor Penyu Hasil Tangkapan Pangkalan TNI AL Dilepas di Pantai Kuta
01:30
Video thumbnail
Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk Sempat Ditutup
01:48
Video thumbnail
Penanganan Omicron Diminta Fokus ke Faskes, Bukan Lagi pada Angka Penularan
02:25
Video thumbnail
Seniman Recycle Apresiasi Lampu Hijau Pembuatan Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Caka 1944
01:45
Member of