26.5 C
Denpasar
04/07/2022, 9:04 PM
NasionalJakartaNilai Kebangsaan dan Nilai Agama Harus Selaras untuk Bangkitkan Jiwa Kepemimpinan Milenial...

Nilai Kebangsaan dan Nilai Agama Harus Selaras untuk Bangkitkan Jiwa Kepemimpinan Milenial Hindu

balipuspanews google news
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Anggota Komisi VIII DPR I Komang Koheri mengatakan untuk membangkitkan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi milenial Hindu, perlu ditanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai agama.

Baik nilai kebangsaan dan nilai agama harus dijalankan secara selaras oleh milineal Hindu agar terwujud kualitas pribadi yang diharapkan.

Penegasan disampaikan Komang Koheri dalam diskusi Webinar Nasional 2021 bertajuk ‘Membangkitkan Jiwa Kepemimpinan Generasi Milenial Hindu’ yang diselenggarakan Civitas Akademika STAH Lampung, pada Minggu (15/8/2021).

Menurut Anggota Komisi DPR RI yang membidangi Sosial dan Agama ini dalam konteks kenegaraan, seorang calon pemimpin harus menjiwai nilai-nilai yang terkandung dalam pedoman hidup negara yaitu Pancasila.

“Sama dengan Pancasila, yaitu ketuhanan. Pemimpin juga harus memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Hiduplah dengan membawa pesan tuhan. Melayani. Karena tangan yang diberikan tuhan ini bukan hanya untuk diri sendiri juga untuk orang lain,” ucap politisi dari PDI Perjuangan ini.

Selain itu, menurutnya pemimpin juga harus memiliki jiwa persatuan. Apalagi di dalam masyarakat Indonesia yang memegang semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Karena perbedaan itu juga adalah sebenarnya persatuan,” kata Koheri.

Baca :  Putri Koster Dampingi Ikatan Istri Karyawan Bank Mandiri di PKB

Pemimpin, sambung dia, juga harus memiliki nilai-nilai demokrasi. Dalam artian harus sering melakukan mulatsalira. Karena tidak harus pemimpin itu dalam mengambil keputusan melakukannya dengan cara voting (pemungutan suara).

“Karena itu bukan budaya kita. Budaya kita adalah kebersamaan. Gotongroyong,” imbuhnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Lampung II (meliputi Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji) ini mengatakan ketika empat sila dalam Pancasila itu berhasil dilaksanakan dengan benar, maka bisa terwujud tujuan dan harapan bangsa Indonesia pada Sila kelimanya yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkan dari tinjauan agama Hindu, Komang Koheri menyebut konsep Brahman Atman Aikyam tepat untuk dipedomani untuk membangkitkan jiwa kepemimpinan.

Ia juga merujuk kepemimpinan Sri Rama.

“Bisa belajar dari Sri Rama. Pemimpin yang sangat adil dalam memimpin di kerajaannya. Kita perlu banyak belajar etos dari mereka,” tegas Koheri.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) I Nyoman Widia mengungkapkan umat Hindu masih minim tampil dalam kepemimpinan di tingkat nasional.

Dalam strategi kepemimpinan, Nyoman Widia mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah melahirkan dulu seorang pemimpin.

Baca :  Kali Kedua, AXA Mandiri Beri Asuransi kepada Peserta Internasional Oceanman

“Pertama dilahirkan dulu. Baru kemudian dibentuk. Kalau nggak dilahirkan nggak akan ada. Jadi konsep yang saya sampaikan di sini adalah jiwa kepemimpinan itu, pertama harus kita temukan dulu. Karena selama ini banyak pribadi merasa tidak memiliki jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.

“Setelah kita temukan ya.. kita bangkitkan. Sesuai dengan tema hari ini. Bangkitkan jiwa kepemimpiann yang sudah kita temukan itu. Nah, setelah bangkit, ya kembangkan. Supaya kepempinan itu benar-benar terwujud,” kata Widia.

Atas dasar itu, ia sependapat dengan pernyataan I Komang Koheri tentang ajaran Brahman Atman Aikyam untuk dipedomani.

“Pak Komang Koheri menyebut dengan Brahman Atman Aikyam. Konsep ketuhanan dalam Hindu, yaitu ada Brahman di buana agung, ada Aikyam di buana alit,” urainya.

Ajaran itu, sambung Widia dapat diterjemahkan bahwa sesungguhnya tuhan itu adalah satu kesatuan antara Brahma dan Aikyam yang kemudian didelegasikan ke dalam diri manusia.

“Jadi ada kekuatan dasyat di dalam diri kita termasuk kekuatan, kemampuan untuk memimpin. Ajaran Brahman Atman Aikyam ini mengajarkan, memedomani kita bahwa di dalam diri kita sesunguhnya sudah ada jiwa kepemimpinan,” tegasnya.

Baca :  Pemkot Denpasar Gelar Undian Berhadiah Gratis Bagi Wajib Pajak PBB-P2 yang Tepat Waktu

Lalu bagaimana cara membangkitkan jiwa kepemimpinan itu setelah seorang individu menemukannya? Nyoman Widia menekankan perlunya memedomani konsep Tri Kaya Parisudha. Yaitu tiga unsur pembentukan perbuatan. Yaitu Manacika (berpikir yang bersih dan suci), Wacika (ucapan yang baik, sopan dan benar) serta Kayika (berbuat yang jujur, baik dan benar) atau dalam pandangan Widia, Kayika merupakan gerak tubuh.

Oleh karena itu, Widia menegaskan bila konsep itu benar-benar dipahami maka tidak ada lagi generasi milinelial Hindu yang merasa tidak memiliki jiwa kepemimpinan.

“Jangan lagi ada kata-kata bahwa saya tidak memiliki jiwa kepemimpinan,” tandasnya.

Pembicara lainnya, Ketua Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan (Kang Tamil) menekankan pentingnya para tokoh yang saat ini menjadi teladan dan pemimpin yang berkiprah di dalam organisasi keumatan Hindu untuk menampilkan sosok pemimpin sejati.

“Pemimpin itu adalah contoh. Saya perlu ditekankan di sini, bahwa salah satu isu nasional kita adalah adanya krisis kepemimpinan dalam umat Hindu,” ucap Kang Tamil.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -

Terpopuler

Balipuspanews TV
Video thumbnail
DPRD Buleleng Beserta Jajaran Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan
01:14
Video thumbnail
Sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S T Tentang Hari Raya Galungan dan Kuningan
00:53
Video thumbnail
Jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1443 Hijriah
01:09
Video thumbnail
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Karangasem Masih Stabil
01:11
Video thumbnail
Pelaku Illegal Logging Ditangkap Petugas TNBB
01:29
Video thumbnail
Memasuki Bulan Ramadhan, Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Menurun
01:23
Video thumbnail
Tahap Perbaikan, Pelabuhan Padangbai Hanya Operasikan Satu Dermaga
01:27
Video thumbnail
Wujudkan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Denpasar Cek Kondisi Angkutan
02:26
Video thumbnail
Nikahi Wanita Pujaan, Tersangka Narkoba Dikawal Ketat Polisi
03:03
Video thumbnail
Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas
03:58
Video thumbnail
Jelang Arus Mudik, Sejumlah SPBU di Jembrana Diperiksa
02:41
Video thumbnail
Denpasar Akan Jadi Pilot Project Transisi Energi Bersih
02:29
Video thumbnail
Diserbu Pembeli, Agen Migor Curah di Pasar Negara Kehabisan Stok
01:42
Video thumbnail
Stok Solar untuk Nelayan Mulai Aman
02:17
Video thumbnail
Megangsingan Diinstruksikan Jadi Agenda Rutin Kepariwisataan
03:19
Video thumbnail
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terus Bertambah, Vaksinasi Digencarkan di Zona Merah
01:47
Video thumbnail
Desa Adat Gerokgak Segera Buat Upacara Pasca Sejumlah Makam Dirusak Misterius
02:47
Video thumbnail
Kue “Hati” yang Dibagikan kepada Siswa SMP di Gianyar Negatif Narkoba
03:14
Video thumbnail
Orang Tak Dikenal Bagikan Kue ke Anak Sekolah Viral di Medsos, Polisi Lakukan Pengecekan
02:09
Video thumbnail
Percetakan Terbakar, Api Hanguskan Ribuan Naskah Ujian SD dan SMP se Kabupaten Buleleng
03:27
Video thumbnail
Pertamina Buka Suara Terkait Pasokan Pertalite dan Solar
03:07
Video thumbnail
Covid 19 Melandai, Kasus DBD Melonjak di Karangasem
01:34
Video thumbnail
449 Ribu Lebih Unit Motor di Bali Nunggak Pajak
03:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Dimulai Lagi, Sejumlah Sekolah Masih Terapkan PTM Terbatas
02:09
Video thumbnail
BBM Naik, Pertalite Mulai Langka di Gianyar
01:34
Video thumbnail
April 2022, Sebagian Besar Wilayah Karangasem Diperkirakan Memasuki Awal Musim Kemarau
02:04
Video thumbnail
Harga Minyak Curah di Karangasem Merangkak Naik
01:13
Video thumbnail
Selama Tiga Bulan, Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
01:24
Video thumbnail
Erick Thohir Minta Fasilitas UMKM Lokal Diperluas di Pelabuhan Sanur
02:13
Video thumbnail
Sembahyang ke Pura Besakih Kena Retribusi, Ini Penjelasan Pengelola
02:30
Video thumbnail
Harga Lebih Murah, Warga Rela Antre Beli Migor Curah
01:09
Video thumbnail
Hujan Deras di Desa Mayong, Jalan Utama Sebagian Ambles Tergerus Longsor
01:49
Video thumbnail
Warga Korban Banjir di Desa Pengambengan Mulai Mengeluh Gatal gatal
02:07
Video thumbnail
Masyarakat yang Ikut Vaksinasi dan Bawa Sampah Plastik, Dapat Sembako
02:54
Video thumbnail
Bangkitkan Heritage City Tour, Sejumlah Dokar Gratis Disediakan di Denpasar
02:06
Video thumbnail
Vaksinasi Booster Masih Rendah, Buleleng Terus Kejar Target
02:31
Video thumbnail
BOR di Rumah Sakit Kabupaten Buleleng 1,72 persen
01:52
Video thumbnail
Presiden Jokowi Terima Pebalap MotoGP di Istana Merdeka
02:28
Video thumbnail
Desa Beraban dan Dauh Peken, Tabanan Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak Bersinar
03:49
Video thumbnail
Tanah dan Air Suci dari Pura Pusering Jagat untuk IKN Nusantara Disaksikan Jokowi
03:57
Video thumbnail
Denpasar Targetkan Cakupan Vaksinasi Booster Capai 50 Persen di April 2022
02:33
Video thumbnail
Seluruh RTH Dibuka, Masyarakat Diimbau Jangan Lengah Prokes
01:32
Video thumbnail
Bookingan Kamar Hotel Penonton Moto GP Mandalika di Karangasem Terancam Batal
01:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Masih Dibatasi 50 Persen
01:45
Video thumbnail
Ribuan Lebih Produk Bernilai Puluhan Juta Hasil Penindakan Loka Pom Dimusnahkan
02:37
Video thumbnail
Pendakian Lewat Jalur Pura Pasar Agung Dilarang Jelang Piodalan Purnama Kedasa
01:29
Video thumbnail
Isoter Asrama Undiksha Ditutup
01:52
Video thumbnail
Kasus Terus Melandai, Vaksinasi Booster di Buleleng Terus Digencarkan
01:49
Video thumbnail
Genjot Vaksinasi Booster, Pemkab Jembrana Juga Sediakan Hadiah Menarik
02:26
Video thumbnail
Volume Sampah di Denpasar Meningkat 20 Persen Pasca Nyepi
02:32
Member of