Senin, Juni 24, 2024
BerandaDenpasarNonton Ogoh-ogoh di Jalan Veteran, Pria 40 Tahun Tewas Ditusuk

Nonton Ogoh-ogoh di Jalan Veteran, Pria 40 Tahun Tewas Ditusuk

DENPASAR, balipuspanews.com – Malam pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi ternoda. Seorang pria bernama I Putu Eka Astina,40, yang akrab dipanggil Tu Pekak tewas ditusuk saat nonton pawai ogoh-ogoh di Jalan Veteran Banjar Tainsait, Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara, pada Selasa (21/3/2023).

Pasca kejadian, dua pelaku penusuk yakni I Gede SP alias De Anggur,30, dan I Dewa GR,23, berhasil ditangkap. Terungkap, antara korban dan dua pelaku saling mengenal karena sama sama tinggal di Dangin Puri Kaja. Diduga kuat, korban dan dua pelaku sudah lama menyimpan dendam hingga terjadilah penusukan tersebut.

Versi dilapangan menyebutkan peristiwa penusukan berlangsung saat korban berada di Pintu Masuk Pasar Hewan Satria, Jalan Veteran, sekitar pukul 19.00 WITA. Korban menonton ogoh-ogoh yang sedang melintas di sepanjang Jalan Veteran bersama anak, istri I NW,36, serta keluarga dan teman-temannya.

Tak lama berselang, atau sekitar pukul 21.00 WITA, muncul peserta ogoh-ogoh dari grup Deseperado. Namun sang istri NW sempat melihat suaminya saling pandang dengan dua pelaku yang biasa dipanggil De Anggur dan Bem Bem.

BACA :  Ajak Anak Muda Gali Potensi Usaha, Bali Screen Printing Community Gelar Festival Basic Bali Mencetak Vol 2

Kedua pelaku disebutkan sengaja memancing emosi dan menantang korban untuk berkelahi. Namun korban tidak menggubrisnya.

“Diduga tak kuasa menahan emosi, korban mendatangi dua pelaku. Istrinya NW sempat melihat suaminya dikeroyok dua pelaku,” ujar sumber, pada Kamis (23/3/2023).

Sang istri NW yang kebetulan sedang menggendong putrinya sontak berlari mendekati lokasi perkelahian dengan maksud membela suaminya. Bahkan, NW berteriak-teriak histeris meminta tolong kepada kerumunan orang yang juga menonton ogoh-ogoh di lokasi kejadian.

Siapa sangka, NW mendapati suaminya sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah dengan luka tusukan di tubuhnya. Sementara dua pelaku kabur.

Versi lain menyebutkan, perkelahian itu terjadi saat korban yang sedang duduk tersinggung melihat kehadiran dua pelaku. Ia pun melempar botol berisi air dan mengenai anak dari De Anggur.

Begitu pelaku menoleh ke arah lemparan tersebut, tiba-tiba korban meloncat dan memukul De Anggur hingga terjatuh. Melihat itu, rekan pelaku datang membantu langsung mendorong dan memukul korban. Pelaku De Anggur juga ikut memukul disertai menusuk korban dengan pisau.

BACA :  Perayaan HUT-384, Kota Amlapura Tampak “Pucat"

“Korban ditusuk berulang kali, mengenai kaki, dada serta perut korban,” ujar sumber.

Mirisnya, meski sudah ditusuk korban masih terlihat berdiri untuk mengambil besi tempat jualan sosis untuk menghajar dua pelaku yang keburu kabur meninggalkan TKP.

Selanjutnya, korban dibonceng mengendarai sepeda motor menuju RSUD Wangaya dan dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah (Sanglah). Nahas, lantaran banyak mengeluarkan darah akibat luka tusuk di dada, korban Tu Pekak meninggal dunia di rumah sakit.

Setelah menerima informasi, Tim Resmob Polresta Denpasar berhasil membekuk dua pelaku di tempat persembunyianya di Denpasar Utara.

Selain dua tersangka, polisi menyita barang bukti sebuah gagang pisau yang terbuat dari gunting yang digunakan untuk menusuk korban.

Hasil interogasi, dua pelaku mengaku sengaja membawa senjata tajam tersebut di dalam tasnya. Namun, Polisi masih mendalami motif penikaman tersebut. Meski demikian, diduga kuat antara korban dan pelaku sudah lama berselisih.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi yang dikonfirmasi awak media mengatakan belum menerima informasi adanya insiden penusukan tersebut.

BACA :  Ribuan Layang-layang Ramaikan Mel Tanjung Kite Festival

“Saya cek dulu ke reskrim,” bebernya, pada Kamis (23/3/2023).

Penulis: Kontributor Denpasar 

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular