NU Circle Bertekad Perkuat Transformasi Santri Nahdliyin

Ketua Umum NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo. (Foto: NU Circle)
Ketua Umum NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo. (Foto: NU Circle)

JAKARTA, balipuspanews.com – Memperingati Hari Santri Nasional, NU Circle bertekad melakukan transformasi santri nahdliyin. Tekad ini didasari oleh sejumlah fakta bahwa pada tahun 2045, dunia teknologi semakin mendominasi kehidupan manusia.

Demikian ditegaskan Ketua Umum NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo dalam refleksi Hari Santri Nasional di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Menurutnya, fakta yang akan dihadapi Indonesia tahun 2045 adalah jumlah penduduk: 318,9 juta, penduduk urban 72,8%, jumlah penduduk lansia (65+) sebanyak 44,9 juta, jumlah Kelas menengah sebanyak 223 juta, angkatan kerja diperkirakan sebesar 197,2 juta.

“Yang menarik trend teknologi yaitu biotek, rekayasa genetik, robotik, otomatisasi, AI, dan lainnya,” tegas Gatot yang akrab disapa Gus Pu.

Baca Juga :  371 Guru Kontrak Diverifikasi PPPK

Dengan jumlah angkatan kerja yang sedemikian besar, ia bertekad para santri harus bertransformasi menjadi santri profesional yang menguasai bidang-bidang tertentu dengan standar kompetensi yang terukur.

“Karena itu Strategi NU Circle ke depan harus sangat berbeda dengan sebelumnya, strategi yang lebih menitikberatkan pada pandangan jauh ke depan daripada terbebani romantisme masa lalu,” ujarnya.

Nilai-nilai profesionalisme harus betul-betul tertanam dalam diri santri, yaitu nilai-nilai siddiq, amanah, fatonah dan tablig.

“Nilai-nilai ini sejatinya adalah nilai dan karakter yang dimiliki Rasulullah Muhammad SAW, teladan kita semua. Di dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang terbaik, yaitu profesionalisme,” imbuhnya.

Salah satu usaha keras untuk melakukan transformasi santri nahdliyin agar menjadi santri yang lebih profesional adalah dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas santri.

Baca Juga :  Pensiunan Guru SMP Ternama Ini Sebut JKN Sangat Bermanfaat

Mulai 23-28 Oktober 2021, NU Circle menggelar kegiatan Tadris Matematika di Ponpes Tebu Ireng. Selanjutnya Tadris Matematika akan digelar di Ponpes Denanyar dan Tambak Beras. Kegitan lain di Tenu Ireng, NU Circle akan membangun wirausahawan di bidang kosmetik. Disusul kegiatam rekrutmen santriwati sebagai wirausahawan muda dalam meningkatkan kesejahteraan warga prasejahtera nahdliyin melalui nucareer.

“Ini upaya NU Circle untuk membangun santri profesional dan profesional santri. Kami terus bekerja dan semoga dapat terus konsisten bersinergi dengan berbagai lembaga, BUMN dan swasta. Saya khusus mengucapkan terima kasih untuk PT Paragon dan BTPN Syariah,” katanya.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan