SEMARAPURA, balipuspanews.com – Kejadian kebakaran yang terjadi di Banjar Cucukan, Desa Selat, Klungkung, Rabu malam (17/7) malam, sungguh mengenaskan utamanya bagi para ibu rumah tangga agar berhati hati jika sedang memasak didapur, hendaknya jangan sampai meninggalkan kompor yang sedang menyala hanya gara gara keinginan nonton TV semata. Sehingga berakibat patal terjadinya Kebakaran, yang disebabkan oleh kompor yang sempat meledak, setelah ditinggal dalam keadaan masih menyala.
Peristiwa kebakaran yang hampir meludeskan rumah seoarng warga di Banjar Cucukan Desa Selat, Klungkung ini dibenarkan oleh Kasatpol PP/Damkar Klungkung Putu Suarta. Menurut I Putu Suarta peristiwa kebakaran yang terjadi ini, sekitar pukul 20.00 Wita. Bermula ketika pemilik rumah, Jro Ni Ketut Juniati memasak kediamannya. Namun ketika memasak, ia meninggalkan dapur ke ruang sebelah untuk menonton TV. Rupanya Juniati tidak sadar, ia ketika itu dirinya belum mematikan kompor didapur tadi.
“Jadi kompornya yang dalam keadaan menyala, ditinggal begitu saja untuk menonton tv,” ungkap Putu Suarta, Kamis (18/7).
Sekitar 10 menit ditinggal untuk menonton tv, tiba-tiba Jro Ketut Juniati melihat kepulan asap dari dapur. Ketika menuju dapur, Jro Ketut Juniarti sudah melihat kobaran api di dapur.
“Melihat kejadian itu, korban (Jro Ketut Juniarti) langsung panik dan teriak minta tolong keluar rumah,” jelas Putu Suarta.
Warga pun sempat membunyikan kulkul bulus, sehingga warga di Banjar Cucukan berkumpul keluar rumah. Warga lalu bergotong royong berusaha memadamkan api, dengan alat-alat manual sembari menunggu petugas damkar.
Petugas damkar lalu tiba dilokasi sekitar pukul 20.00 Wita. Ada tiga armada damkar, dan satu unit mobil tanki turun ke TKP untuk memadamkan api. Proses pemadaman api juga melibatkan 10 personel damkar.
“Proses pemadaman sekitar sejam. Api mampu kami padamkan sekitat pukul 21.40 Wita,” jelas Putu Suarta.
Akibat kebakaran tersebut, ruangan dapur dengan luas 4×10 meter hangus terbakar. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 juta. (Roni/bpn/tim)



