Meski puncak karya agung Pengurip Gumi di Luhur Batukaru akan berlangsung tahun 2020 atau tepatnya pada rahina Wrespati Umanis wuku Dungulan, Kamis tanggal 20 Februari 2020, panitia karya telah melakukan berbagai persiapan
Meski puncak karya agung Pengurip Gumi di Luhur Batukaru akan berlangsung tahun 2020 atau tepatnya pada rahina Wrespati Umanis wuku Dungulan, Kamis tanggal 20 Februari 2020, panitia karya telah melakukan berbagai persiapan
TABANAN, Balipuspanews.com – Meski puncak karya agung Pengurip Gumi di Luhur Batukaru akan berlangsung tahun 2020 atau tepatnya pada rahina Wrespati Umanis wuku Dungulan, Kamis tanggal 20 Februari 2020, panitia karya telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya sosialisasi dengan pihak pengemong pura atau khayangan yang termasuk dalam Jajar Kemiri Pura Luhur Batukaru.
Hal tersebut diungkapkan Ketua II (Bidang Upakara, Pembangunan Yadnya, Wewalungan dan Wewalen) Karya Pengurip Gumi I Wayan Arya, Rabu (22/5). Sosialisasi itu disebutkannya telah berlangsung pada Minggu (19/5) lalu bertempat di Wantilan Pura Luhur Batukaru.
Arya menjelaskan, adapun pura atau khayangan yang termasuk dalam Jajar Kemiri Luhur Batukaru ini terdiri dari lima khayangan. Yakni Luhur Pucak Kedaton, Muncaksari, Tambowaras, Petali dan Besikalung.
Ia menjelaskan, khusus dua khayangan, yakni Pura Luhur Muncaksari dan Tambowaras akan hadir di Luhur Batukaru paling awal atau sehari sebelum Ida Bethara Batukaru tedun. Ida Bethara Batukaru sendiri disebutkannya akan tedun pada rahina Redite Umanis Warigadean, Kamis (26/01/2020).
Hal itu dijelaskannya karena Ida Bethara Muncaksari ibaratnya sebagai sumber logistik dan Ida Bethara Tambowaras sebagai sumber obat atau kesehatan. Logikanya, untuk kesuksesan karya secara awal harus didukung kesiapan logistik dan kesehatan.
“Selanjutnya akan berlangsung prosesi melasti yang berlangsung dari tanggal 29 Januari hingga 2 Februari 2020,” sebutnya.
Prosesi melasti tersebut imbuhnya, akan berlangsung di segara Tanah Lot dan digelar dengan berjalan kaki pulang pergi. Urutan posisi melasti ini diawali oleh Pecalang Agung. Kemudian berturut-turut Ida Bethara Batur Salahan, Ida Bethara Batukaru, Pucak Kedaton, Tambowaras dan Muncaksari.
“Ida Bethara Petali dan Besikalung akan bertemu rombongan Ida Bethara Batukaru dan lainnya di pertigaan Buruan untuk selanjutnya masuk barisan terakhir dalam pemargin Ida menuju segara Tanah Lot,” jelasnya.
Terkait posisi terakhir bagi Ida Bethara Petali dan Besikalung ini disebutkan Arya karena Ida Bethara Luhur Petali berfungsi sebagai pengikat. Sehingga damuh Ida Bethara tidak sampai ada yang tercecer dari iring-iringan melasti.
“Sedangkan Ida Bethara Besikalung berfungsi untuk pemberi energi dalam pemargi melasti tersebut,” tutupnya. (rsl/bpn)

Tinggalkan Komentar...