Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBulelengNyaris Punah Tari Pancasila dan Tari Tani Karya Maestro I Ketut Merdana...

Nyaris Punah Tari Pancasila dan Tari Tani Karya Maestro I Ketut Merdana Direkonstruksi

BULELENG, balipuspanews.com – Dua tarian yang cukup fenomenal pada masanya karya maestro tari asal Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu I Ketut Merdana beberapa bulan belakangan sedang direkonstruksi oleh tim dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng untuk bisa dilestarikan.

Dua tarian karya seniman ternama Buleleng tersebut yakni Tarian Pancasila dan Tarian Tani yang nyaris punah karena sudah tidak pernah ditarikan kembali.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika menerangkan bahwa proses rekonstruksi tarian yang sudah bisa dikategorikan sebagai tarian kuno ini, sudah mulai dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya dan ditargetkan rampung atau sudah bisa ditarikan kembali Mei mendatang.

Sebelumnya kedua tarian ini memang nyaris punah lantaran sudah tidak ada yang coba melanjutkan. Apalagi kondisinya pencipta tari yakni I Ketut Merdana sudah tutup usia sedangkan penari terdahulu kondisinya sudah menginjak usia lanjut.

“Kalau dilihat tahun dari tarian ini kisaran tahun 1951 pastinya para tokoh pada tahun tersebut sudah menginjak lansia. Atas dasar itu, sesuai arahan Pj. Bupati bagaimana agar bisa merekonstruksi tarian yang belum berkembang dan sama sekali belum pernah direkonstruksi itu,” terang Wisandika saat dikonfirmasi, Jumat (21/4/2023).

BACA :  Desa Pejarakan Resmi Punya Ambulance Sendiri

Wisandika menambahkan selama proses rekonstruksi pihaknya melibatkan informan tabuh yaitu dari Made Damendra, Ketut Sumirta dan Dr. I Nyoman Chaya, Narasumber dari ISI Surakarta.

Sedangkan untuk informan tari ada Nyoman Sumerti serta mengajak juga anak dari almarhum I Ketut Merdana. Diakuinya pula dalam proses membangun ingatan dari informan tersebut kata Wisandika menjadi sebuah usaha yang cukup keras mengingat komposisi kedua tarian tersebut yang sudah lama.

“Lewat dukungan penuh Pj. Bupati serta seluruh stakeholder terkait yang terjun langsung dalam penataan tabuh dan tari ini yang mana proses yang masih berjalan pada saat ini masih dalam penuangan tabuh,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular