Nyepi, Listrik di Nusa Penida Dipadamkan

Manajer Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya
Manajer Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya

DENPASAR, balipuspanews.com
Terkait dengan perayaan Nyepi pada 22 Maret 2023 mendatang, layanan listrik di Nusa Penida dipadamkan. Berbeda dengan saluran listrik di darat
pelayanan PLN tetap seperti biasanya.

Hal ini dilakukan PLN dikarenakan pembangkit listrik yang ada di Nisa Penida yaitu pembangkit listrik yang menimbulkan suara. Karenanya, sambungan listrik dimatikan total agar tidak mengganggu jalannya Catur Brata Penyepian.

“Kecuali di Nusa Penida, saat Nyepi dari pukul 8 pagi sampai pukul 4 pagi keesokan harinya. Kenapa di sana dipadamkan? Karena menggunakan pembangkit yang menimbulkan suara, dan sesuai kesepakatan aparatur setempat,” ungkap Manajer Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya saat Temu Media Rutin di Denpasar, belum lama ini.

Baca Juga :  Diskusi Panel Internasional, Upaya Mitigasi Pemanasan Global

Berbeda dengan di Nusa Penida.
Saluran listrik di Bali tidak dipadamkan, namun pelayanan gangguan di lapangan tidak bisa ditangani secara langsung. Ditegaskan bahwa PLN tidak memadamkan aliran listrik di wilayah Bali.

Pihaknya menyampaikan kepada masyarakat jika ditemukan potensi-potensi terjadi gangguan di lingkungan sekitar agar segera melaporkan ke tim PLN Bali sehingga gangguannya tidak muncul saat Nyepi berlangsung.

Bagaimana jika terjadi gangguan kelistrikan saat Nyepi? Arya menjelaskan bahwa apabila bersifat urgent seperti kebakaran, maka warga bisa berkoordinasi dengan Pecalang setempat, lalu akan diteruskan ke tim PLN yang siaga untuk terjun ke lapangan.

“Yang sifatnya mendesak atau urgent akan dipandu lewat telepon, karena saat Nyepi biasanya tidak ada sinyal internet,” jelasnya.

Baca Juga :  Santunan Anggota Korpri Jembrana Diserahkan

Ditambahkan Arya, estimasi beban puncak di Bali saat ini mencapai 950 MW. Sebelum pandemi pada tahun 2020, beban puncak hingga 980 MW. Sementara bertepatan dengan Nyepi, estimasi beban puncak sebesar 578 MW karena masyarakat tidak boleh menyalakan lampu terutama pada malam hari.

“Sekali lagi tim kami yang telah mendapatkan surat dispensasi dari MDA (Majelis Desa Adat) bersiaga di posko-posko kantor PLN dan kantor jaga, jika ada gangguan kelistrikan silakan hubungi lewat Pecalang,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan