Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya
sewa motor matic murah dibali

TABANAN, Balipuspanews.com – Beberapa hari lagi atau tepatnya pada Minggu (21/4) nanti, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kartini. Kartini sendiri lahir kemudian berjuang untuk kesamaan hak kaum perempuan dengan kaum laki-laki jauh sebelum bangsa ini merdeka. Tentu banyak hal yang bisa diteladani dari sosok pejuang yang bernama lengkap Raden Ajeng Kartini tersebut.

Demikian yang diungkapkan: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya, Rabu (17/4) saat ditemui awak media www.balipuspanews.com usai melakukan pencoblosan Pileg dan Pilpres 2019.

Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya kemudian mengatakan, dalam era milinial ini kaum perempuan, khususnya kaum perempuan di Tabanan harus memaknai semangat Kartini dengan menjadi perempuan-perempuan yang maju. Sehingga kemudian mampu berperan dan berkiprah diberbagai bidang kehidupan setara dengan kaum laki-laki.

“Berkiprah diberbagai bidang kehidupan ini tentunya juga tidak dengan melupakan kodratnya sebagai perempuan,” ungkapnya.

Menjadi perempuan maju di era milinial jelasnya, adalah dengan mau berkompetisi secara sehat. Artinya, sebagai langkah awal para perempuan harus mengisi diri dan meningkatkan kecerdasannya.

Dengan berbekal kecerdasan tersebut imbuhnya, para perempuan kemudian harus berani terjun kemasyarakat dan melakukan kerja-kerja kongkrit yang kreatif dan inovatif sesuai dengan minat dan bakat serta cerdas dalam memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki Tabanan.

“Potensi yang dimiliki Tabanan sangat beragam. Terhadap keberagaman potensi tersebut dibutuhkan peran seluruh masyarakat termasuk peran kaum perempuannya untuk dikelola sedemikian rupa agar pembangunan di Tabanan semakin maju sesuai dengan visi Tabanan Serasi,” jelasnya.

Lebih jauh Nyonya Rai Wahyuni mengatakan, pentingnya perempuan mengisi diri dan meningkatkan kecerdasannya ini sangat dibutuhkan. Mengingat kemajuan iptek sedemikian cepatnya. Apabila perempuan Tabanan tidak mau mengisi diri, tentu akan tertinggal dan hanya menjadi penonton dari semaraknya pembangunan.

“Perempuan Tabanan harus bangga menjadi orang Tabanan. Mari wujudkan rasa bangga itu dengan mengisi diri dan berperan nyata membangun Tabanan,” tutupnya. (rah/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here