DENPASAR, balipuspanews.com–
Salah satu siswi SMPN 12 Denpasar Dewa Ayu Putu Lestari mampu mengharumkan Kota Denpasar dan sekolahnya atas prestasi Juara I Nyurat Lontar dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024 yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Bali bersama Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek RI.
Ditemui usai penerimaan penghargaan, Luh Budi Ariasih, Sabtu (12/10/2024) lalu, sebagai orangtua merasa senang atas prestasi yang membanggakan putrinya. Tidak lupa juga ia menyampaikan terima kasih kepada guru pembina yang sudah terus mendampingi membina dan mengantarkan sampai saat ini.
Dikatakan, kecintaan anaknya terhadap nyurat aksara Bali sudah dilakoni sejak di bangku Sekolah Dasar. Namun, untuk mulai belajar nyurat lontarnya diselami sejak di bangku SMP dengan ikut bergabung pada ekstra nyurat lontar di sekolah.
“Untuk kesehariannya Dewa Ayu suka membantu pekerjaan rumah. Dan pintar membagi waktu, untuk belajarnya serius apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab,” cetus ibu dua anak ini.
Keseriusan ini, lanjutnya, dibuktikan anaknya dengan terus mengasah diri belajar tambahan di rumah pembina, ekstra nyurat serta belajar secara online manakala tidak bisa tatap muka dengan pembina.
Meski sudah beberapa kali meraih prestasi di tingkat kota maupun provinsi, dirinya mengajarkan putrinya agar tidak merasa jumawa. Justru tetap ingin mengembangkan lagi dan mengasah bahasa dan sastra Bali. Karena ini merupakan warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.
“Saya sebagai orangtua terus akan mensupport apa yang dilakoni anak saya seperti saat ini, karena ini merupakan hal positif. Berkat bahasa dan sastra Bali anak saya bisa sampai di titik ini. Hal ini merupakan bagian dari menjaga agar seni nyurat lontar tidak punah,” terang ibu asal Jembrana ini.
Dalam kesempatan sama, Pembina Nyurat lontar SMPN 12 Denpasar, I Gede Sweta Getas mengaku prestasi ini atas perjuangan dan ketekunan berlatih dan semangat pantang menyerah. Karena berada di posisi saat ini dicapai melalui proses seleksi yang ketat di Kota Denpasar dan berkompetisi di tingkat provinsi dengan lawan yang juga sudah sering menjuarai lomba nyurat.
“Ini merupakan bonus dari ketekunan, ketelatenan belajar dan mengasah diri yang terus dilakukan selama ini. Tanpa perjuangan, mustahil prestasi seperti saat ini dapat diraih. Saya bangga, dari nyurat lontar anak didik saya bisa go Senayan,” cetus pria asal Karangasem kalem.
Dirinya berharap, semoga dengan skill yang dimiliki ini dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan masyarakat. Selain juga mampu dijadikan panutan oleh adik-adik kelas sebagai motivasi untuk memantik ikut berkompetisi dan mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.
Untuk diketahui, pemenang dari berbagai kategori ajang FTBI seperti lomba mesatua, pidarta, puisi, bebanyolan, macepat, nyurat lontar akan dikirim ke Jakarta nanti saat peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Pemenang akan kembali unjuk kebolehan dengan pemenang di provinsi lain se-Indonesia.
Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan



