Pengamanan tablet oleh bea cukai
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Badung, balipuspanews.com – Petugas tugas Bea Cukai Ngurah Rai mengamankan obat- obatan yang bahan bakunya mengandung bahan baku pembuat sabu.

“Obat tablet sebanyak 600.000 butir atau seberat 138 kg yang mengandung precursor atau bahan baku pembuat sabu, ” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pembudi, Senin (16/7).

Ia mengatakan diamankannya ratusan ribu tablet tersebut berdasarkan kerjasama petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai dan Australia Border Force (ABF). Obat obatan tersebut sedianya transit di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta 13 Januari 2018 lalu.

Sebelum tiba di Australia, pihak ABF telah melakukan investigasi terhadap kiriman ratusan ribu tablet yang diperuntukkan menyembuhkan bersin-bersin dan hidung tersumbat.

Selain itu, paket kiriman dengan rute Seoul-Denpasar-tujuan akhir Melbourne itu, tidak dilengkapi izin impor. “petugas tugas Bea Cukai Ngurah Rai,

Menurut Heru, paket kiriman seberat 138 Kg itu di dalamnya berisi enam kotak. Di dalam kotak masing-masing berisi 100 botol berlabel Codana. Setiap botol berisi 1000 tablet. Setelah diperiksa tablet mengandung precursor atau bahan pembuat sabu dan ekstasi ini.

“Sampel tablet dikirim ke laboratorium di Surabaya dan hasilnya positif mengandung bahan baku membuat narkotika,” beber Heru.

Kemudian, Bea Cukai mengkoordinasikan hasil pemeriksaan kepada ABF untuk membantu proses hukum terhadap penerima barang.

“Perkembangan terakhir, orang yang menerima barang yang berdomisili di Australia telah ditangkap oleh pihak berwenang di negaranya,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar...