Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaBulelengOknum Dosen Cabuli Mahasiswi di Buleleng Divonis 2 Tahun Penjara

Oknum Dosen Cabuli Mahasiswi di Buleleng Divonis 2 Tahun Penjara

BULELENG, balipuspanews.com – Masih ingat dengan kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang mahasiswi oleh dosennya sendiri berinisial Putu AS,33, di Kabupaten Buleleng. AS divonis 2 tahun penjara di Pengadilan Negeri Singaraja, Kamis (14/12/2023).

Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Heriyanti menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada terdakwa AS. Selain itu, terdakwa diminta membayar kerugian atau restitusi kepada korban sejumlah Rp 2.510.000 dan apabila terdakwa tidak membayar diganti dengan penjara 2 bulan.

“Menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan. Menetapkan agar terdakwa membayar restitusi Rp 2.510.000 kepada korban, subsider 2 bulan kurungan,” ujar Hakim Heriyanti didampingi Hakim Anggota Made Hermayanti Muliartha dan I Gusti Ayu Kade Ari Wulandari.

Jika dilihat dalam sidang sebelumnya vonis yang dijatuhkan hakim terbilang lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng yang menuntut terdakwa 4,6 tahun penjara. Jaksa Made Juni Artini dan I Made Heri Permana Putra juga menuntut terdakwa dengan restitusi sebesar Rp 10.340.000.

BACA :  Diduga Terlilit Tali Layangan, Helikopter Jatuh di Desa Pecatu

Pada sidang tersebut hakim menyatakan mantan dosen asal Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem itu terbukti melakukan pelecehan seksual sesuai dakwaan kesatu jaksa yakni melanggar pasal 6 huruf c UU RI No. 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

Namun demikian hakim menyebutkan hal yang meringankan vonis yang diberikan terhadap terdakwa adalah sikap sopan terdakwa di persidangan dan menyesali perbuatannya. Terdakwa juga merupakan tulang punggung keluarga. Adapun hal yang memberatkan vonis tersebut, yakni terdakwa merupakan tenaga pendidik atau dosen.

JPU Made Juni Artini menanggapi vonis tersebut menyatakan masih pikir-pikir. Sementara terdakwa AS juga menyatakan pikir-pikir.

“JPU dan terdakwa menyatakan sikap pikir-pikir,” ucap Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, Ida Bagus Alit Ambara Pidada.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular