Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung turun melihat secara dekat kondisi tersebut, Kamis (28/5/2020)
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung turun melihat secara dekat kondisi tersebut, Kamis (28/5/2020)

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Ombak besar kembali menerjang kawasan pesisir Klungkung. Akibat kejadian ini, lahan tempat pembuatan garam di Karang Dadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung hancur.

Melihat kondisi tersebut Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung turun melihat secara dekat kondisi tersebut, Kamis (28/5/2020).

Menurut I Ketut Kaping (50) salah satu petani garam menuturkan diri tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi gelombang kemarin cukup tinggi yang menghancurkan lahan beserta gubuk tempat proses pembuatan garam.

Pihaknya tidak menyangka akan terjadi ombak yang begitu besar yang menghantam semua lahan dan kerugian yang dialami.

“Semua peralatan dan tempat penggaraman rusak dihantam ombak, saya tidak bisa bekerja lahan pun tergeres ombak,” ujarnya Kaping.

Bupati Suwirta yang melihat langsung tempat penggaraman yang hancur mengatakan, ini sebagai tempat pencaharian mereka, garam ini juga akan dijadikan garam beryodium.

Selain itu petani garam ini menjadi harapan kita untuk menjadi tumpuan untuk bahan dasar menjadikan garam beryodium.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya tidak mau berlama-lama mereka tidak bisa bekerja membuat garam. Pihaknya langsung berikan semangat untuk membuat bahan dasar garam serta akan memberikan dukungan materiil untuk memperbaiki tempat penggaramannya yang hancur dihantam ombak.

“Tetap semangat kejadian ini tidak bisa kita duga, semoga situasi mulai normal dan bisa bekerja menghasilkan garam untuk dijadikan garam beryodium,” Ujar Bupati Suwirta

Selain itu pihaknya juga akan berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penanggulan pengaman pantai disepanjang lahan proses pembuatan garam.

Lebih lanjut Bupati Suwirta juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, dalam kondisi cuaca tidak menentu ini untuk tetap berhati-hati.

Penulis/Editor : Putu Artayasa