Operasi Patuh Lempuyang, 80 Persen Sosialisasi, 20 Persen Penindakan Tilang

bagi-bagi helm berlangsung di Renon, Senin (3/8/2020) dipimpin Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo dan belasan anggotanya.  
bagi-bagi helm berlangsung di Renon, Senin (3/8/2020) dipimpin Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo dan belasan anggotanya.  

DENPASAR, balipuspanews.com – Operasi Patuh Lempuyang 2020 belum berakhir, Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar gencar melaksanakan sosialisasi dengan memberikan helm ke pengendara motor (pemotor).

Kali ini bagi-bagi helm berlangsung di Renon, Senin (3/8/2020) dipimpin Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo dan belasan anggotanya.

Dalam sosialisasi ini jajaran Satlantas Polresta Denpasar lebih dominan melakukan tindakan preemtif dan preventif. Para pemotor yang melintas khususnya mengenakan udeng dan jilbab tapi tidak memakai helm, dihadang dan diberikan helm.

Anggota Polantas juga berpesan agar pengendara tersebut bila berkendara agar tetap mengenakan helm meski pun sedang ada kegiatan adat/agama.

“Ada 60 helm gratis kami berikan ke pengendara yang melintas di Jalan Puputan Renon,” ujar AKP Adi.

Menurutnya, kegiatan Operasi Patuh Lempuyang tahun ini lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif sekitar 80 persen. Sementara 20 persennya adalah kegiatan represif atau penindakan berupa tilang.

“Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran pengendara tentang pentingnya menjaga keselamatan dalam berkendara,” tegasnya.

AKP Adi menjelaskan, selama Operasi Patuh Lempuyang hingga Senin kemarin pihaknya sudah menilang 800 pemotor. Ratusan penilangan itu didominasi oleh pengendara roda dua. Ini sangat berbeda dengan operasi serupa tahun 2019. Untuk itu, para pemotor diminta untuk tetap mengenakan helm.

“Puluhan pengendara yang dibagikan helm khusus pengendara yang mengenakan udeng dan jilbab,” ujarnya.

Ditambahkannya, mayoritas pelanggaran terbanyak adalah pemotor, sehingga target penilangan kali ini lebih didominasi pemotor.

“Tahun 2019 lalu pelanggaran terbanyak pemotor sebanyak 3000 pengendara. Sementara tahun ini kami lebih melakukan tindakan preemtif dan preventif,” ujarnya.

AKP Adi mengaku saat ini banyak ditemui pengendara memakai masker tapi tak memakai helm. Di tengah pandemi Covid-19 masyarakat untuk menaati keduanya. Pakai masker juga pakai helm. Dia berharap agar dengan operasi ini kesadaran masyarakat akan keselamatan berlalu lintas tumbuh.

“Operasi ini sangat signifikan dan dapat menurunkan lakalantas. Pada bulan Juni ada 42 kejadian dan korban meninggal dunia ada 11 orang. Sementara pada bulan Juli menurun 32 kejadian dan korban meninggal dunia ada 3 orang,” pungkasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan