wakapolres ekpose hasil oprasi pekat (1)
wakapolres ekpose hasil oprasi pekat (1)
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Polres Jembrana sejak 27 Juni sampai 12 Juli, berhasil mengungkap lima kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) Dari lima kasus Curat itu berhasil ditangkap tiga orang pelaku sementara satu pelaku masih buron.

Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman, bersama Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita, dan Kasubag Humas Iptu Made K.Buana Alit Senin (15/7) mengatakan, pelaksanaan operasi Pekat Agung 2019 berhasil mengungkap kasus yang menjadi target operasi ( TO ) dari lima laporan Polisi dengan tiga orang tersangka.

“Ketiga tersangka itu terdiri dari dua orang TO dan satu orang hasil pengembangan,” ujarnya.

Kasus Curat pertama dengan tersangka Edy Santoso (46) asal Desa Pengambengan, Negara barang bukti berupa satu unit handphone merk Samsung Galaxy S5 warna hitam dan satu unit sepeda motor merk honda Beat warna hitam DK 3035 ZP dengan kunci kontaknya.

Kemudian Kasus Curat kedua dengan tersangka inisial I Gst Ngurah Ardana (35) dari Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara dengan barang satu unit mesin pemotongan rumput merk Hundai warna orange.

“Keduanya dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP,” ukap Wakapolres yang baru sehari menjabat itu.

Untuk tiga Laporan polisi lainnya adalah kasus diluar dari TO dani merupakan hasil pengembangan serta pengungkapan unit Opsnal Satuan Reskrim Polres Jembrana diantaranya pertama laporan polisi tentang kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pasal 365 ayat (2) ke 1 KUHP atau pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP, dan tersangkanya I Kadek Hendra Mahardika (21) warga Desa Gumbrih, Pekutatan, dengan barang bukti satu buah dompet warna coklat, satu buah KTP, satu buah kartu ATM BCA, satu buah kartu ATM Danamon, satu buah kartu BPJS, satu unit Handphone merk vivo V9 warna hitam dan satu unit sepeda motor honda Beat warna putih DK 5962 ZN berikut kunci kontaknya.

Kemudian laporan polisi kasus curat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 KUHP, sebagai tersangka dilakukan juga oleh I Gusti Ngurah Ardana bersama Mangkok yang masih buron dengamn barang bukti berupa Uang Rp 3 juta. Lalu laporan polisi tentang pengungkapan kasus curat dengan pasal 363 ayat (1)ke 5 KUHP, sebagai tersangka I Gusti Ngurah Ardana dengan barang bukti berupa satu buah pisau dapur yang digunakan memotong vanili di kebun milik korban dan satu unit sepeda motor yamah Vixion warna hitam DK 3130 ZE.

“Dari ketiga tersangka belum ada yang masuk daftar residivis. Tetapi tersangka Ardana telah melakukan tiga kasus pencurian dan sudah tergolong profesional,” jelasnya. (nm/bpn/tim)