Operasi Zebra Agung di depan Mix Max, jalan A Yani Singaraja, Rabu (30/10) siang.

SINGARAJA, balipuspanews.com –Memasuki hari kedelapan (8) pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2019, jajaran Satlantas Polres Buleleng berhasil menindak sebanyak 680 lebih pelanggar lalulintas. Jenis pelanggaran ini masih didominasi oleh pelanggaran surat-surat berkendara, baik yang tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) ataupun tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Upaya sosialisasi akan terus digencarkan untuk menekan angka pelanggaran lalulintas.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Lantas AKP Citra Fatwa Rahmadani mengatakan, selain melakukan penindakan selama operasi zebra berlangsung di Buleleng, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk taat berlalulintas. 

“Dari 680-an pelanggaran, kebanyakan pelanggaran berupa surat-surat dan juga penggunaan helm dan tidak memakai sabuk pengaman,” kata Kasat Citra, Rabu (30/10).

Nah, terhadap pengendara motor yang berpakaian adat maupun mamakai peci, juga diwajibkan untuk memakai helm saat berkendara. 

“Sebelumnya kami sudah melakukan peneguran, dan sekarang kami melakukan penindakan bagi yang tidak mentaati peraturan berlalulintas,” jelasnya.

Inti dari operasi Zebra sebut Kasat Citra, merupakan mencegah terjadinya kecelakaan akibat adanya pelanggaran lalu lintas. Pelanggar operasi zebra paling banyak dilakukan oleh anak-anak yang masih dibawah umur.

“Memang didominasi anak remaja masih sekolah yang tidak menggunakan helm maupun yang belum pantas menggunakan kendaraan karena dia masih di bawah umur, sehingga anak sekolah ini tidak memiliki SIM, dan kami tindak,” terangnya.

Melihat banyaknya pelanggaran, jajaran Satlantas Polres Buleleng akan terus melakukan upaya sosialisasi untuk menekan angka pelanggaran lalulintas di Buleleng. 

“Kami selanjutnya akan mengambil langkah untuk menekan pelanggaran ini, dengan tetap melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah ataupun instansi lain,” pungkasnya.