Optimalisasi Laboratorium dan Percepatan Hasil Uji Swab-PCR, Pemprov Tambah Fasilitas di Dua RS

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra

DENPASAR, balipuspanews.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan ke depan akan ada dua rumah sakit yang dilengkapi fasilitas laboratorium uji Swab-PCR yakni Rumah Sakit Bali Mandara dan UPTD.

Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali, yang akan aktif pada awal Juli mendatang.

Penambahan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan secara optimal terutama penyampaian hasil swab berbasis PCR dari laboratorium kepada pasien yang belakangan ini mengalami perlambatan akibat jumlah kasus yang semakin meningkat,

Hal tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali memimpin rapat optimalisasi laboratorium dan percepatan hasil uji Swab-PCR bersama instansi terkait via daring, Rabu (17/6).

Seperti diketahui, tiga bulan berjalan wabah corona belum juga menunjukkan tanda untuk lenyap dari muka bumi. Jika dilihat dari jumlah, kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup tinggi yang datangnya dari transmisi lokal.

Hal ini menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang kurang menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitasnya.

Dengan bertambahnya jumlah laboratorium uji Swab-PCR di Bali, diharapkan mampu meningkatkan kecepatan tim medis dalam mengeluarkan hasil uji Swab-PCR yang nantinya juga akan memberi dampak semakin cepatnya sirkulasi layanan bagi pasien khususnya yang sedang menjalani karantina.

“Bertambahnya kasus Covid-19 di Bali jangan sampai membuat kita kehilangan semangat. Namun jangan juga karena terlalu berdedikasi kita lupa untuk menjaga kesehatan diri kita. Baiknya kita menyeimbangkan antara tugas kewajiban dan juga hak kita untuk tetap sehat dengan pembagian waktu tenaga medis berjaga dalam penanganan Covid-19 dengan teman sejawatnya. Selain itu untuk mempercepat proses penyampaian hasil uji Swab-PCR kepada pasien, antara form input dan form laporan harus satu,” jelas Dewa Indra.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan terhitung tiga bulan terakhir (April, Mei dan Juni) saja jumlah total sampel yang sudah diuji lab sebanyak 21.723 dengan jumlah peningkatan kasus sejak dua bulan yang diakibatkan traching contacts.

Sehingga ke depan pihaknya memiliki rencana strategis dalam percepatan hasil laboratorium dengan sasaran alur pasien keluar masuk rumah sakit dan penanganan kasus baru dapat dioptimalisasi.

Beroperasinya 3 laboratorium yang ada dengan kapasitas 24.640 per bulan ( RSUP Sanglah 3 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR sebanyak 600 per hari, RSPTN Udayana 2 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR sebanyak 200 per hari dan Warmadewa 1 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR 60 per hari) mengharuskan pihak tenaga medis di rumah sakit menerapkan sistem priority (mengutamakan) bagi pasien dalam perawatan karantina, ODP, PMI dan ABK yang baru datang serta pelaku perjalanan yang bersifat emergency/ kedinasan.

Melihat semakin banyaknya transmisi lokal yang terjadi di sejumlah tempat (Kabupaten/ Kota) maka rumah sakit type B ke depannya diharapkan memiliki laboratorium uji Swab-PCR mandiri dengan sarana prasarana dan sumber daya manusia (tenaga medis) yang cukup termasuk wajibnya memiliki dokter spesialis patologi klinik.

Pada waktu yang akan datang kabupaten Badung akan melaksanakan rapid tes massal di Desa Ayunan, Mengwi. Hal ini dilakukan untuk memutuskan rantai penularan dan penyebaran virus corona di tengah masyarakat awam.

Dengan rapid tes setiap orang akan tahu seberapa besar dirinya memiliki peluang tertular sehingga dapat dilakukan pencegahan dini oleh semua pihak.

Di akhir rapat Dewa Made Indra juga meminta agar tidak ada sampel yang mengendap.

Jika ada penumpukan sampel akibat jumlah pasien maka tenaga medis terkait yang sedang bertugas harus melakukan penggeseran sampel ke laboratorium lain, sehingga hasil uji Swab-PCR tidak akan terlalu lama, hal ini juga ditujukan agar tidak menimbulkan permasalahan baru di hilir khususnya tempat karantina.

Penulis/Editor : Budiarta/Artayasa