Sistem Aquaponik atau Minaphonik alternatif pemanfaatan lahan pekarangan atau telajakan untuk budidaya sayuran.
Sistem Aquaponik atau Minaphonik alternatif pemanfaatan lahan pekarangan atau telajakan untuk budidaya sayuran.

OPINI ANDA, balipuspanews.com – Mengingat pangan, air, dan energi merupakan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan hidup manusia.

Secara sederhana manusia membutuhkan makan dan air untuk hidup serta butuh energi guna menunjang kedua hal tersebut.

Ketahanan pangan dan energi merupakan isu utama yang menjadi perhatian berbagai negara di dunia saat ini.

Selain karena keberadaannya terbatas, laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat sehingga kebutuhan akan sumber daya pun meningkat.

Ketahanan pangan merupakan ketersediaan produk yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi keberlangsungan hidupnya dan salah satunya kebutuhan atas makan dengan memanfaatkan bahan baku dari komoditas hortikultura.

Komoditas hortikultura meliputi
tanaman buah–buahan, tanaman hias (florikultura), sayuran dan tanaman biofarmaka.

Komoditas ini memiliki prospek yang cukup baik dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat khususnya petani dengan menggunakan bibit unggul
bermutu.

Apabila dikelola secara intensif dengan menggunakan teknologi tepat guna, produksi yang dihasilkan benar-benar berkualitas serta dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pasar secara berkesinambungan.

Komoditas Sayuran yang merupakan bagian dari tanaman hortikultura mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sehingga usaha tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat/petani baik berskala kecil, menengah maupun besar karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, ketersediaan sumber daya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar yang terus meningkat.

Optimalisasi pengelolaan lahan pekarangan dan telajakan untuk
pengembangan usahatani tanaman sayuran perlu ditingkatkan pelaksanaannya agar dapat memberikan peningkatan produksi dan meminimalkan terjadinya gejolak harga yang tinggi pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, petani dan daerah.

Pengelolaan lahan pekarangan dan telajakan untuk budidaya tanaman sayuran sangatlah berbeda dengan budidaya tanaman lainnya karena memerlukan penanganan lebih.

Permasalahan dalam pengelolaan
usahatani tanaman sayuran perlu penanganan secara intensif terutama
di luar musim.

Salah satu untuk mengintensifkan pemanfaatan lahan pekarangan
dan telajakan dengan budidaya tanaman sayuran secara sistem Aquaponik atau Minaphonik.

Sistem budidaya tanaman Minaponik sama dengan sistem Aquaponik, dimana Aquaponik merupakan suatu sistem pertanian modern yang mengkombinasikan antara cara budidaya hidroponik dan aquakultur.

Artinya, metode bercocok tanam tanpa tanah pada hidroponik digabungkan dengan teknik pemeliharaan ikan yang dikembangkan dengan teknik aquakultur.

Dalam sistem Aquaponik, ikan dan tanaman dipelihara bersama-sama
atau terpisah tempatnya yang terpenting kedua media tersebut saling bersimbiosis mutualisme. Tanaman memperoleh media dan nutrisi dari air kolam dan limbah
kotoran ikan, sedangkan ikan mendapat media hidup di air yang bersih setelah dibersihkan oleh tanaman.

Limbah kotoran ikan banyak mengandung zat amoniak yang dapat diubah oleh cacing dan mikroba di sekitar akar tanaman menjadi zat lain. Zat lain inilah sebagai nutrisi yang amat dibutuhkan oleh tumbuhan.

Selanjutnya air dialirkan ke kolam ikan, namun sebelum masuk ke kolam ikan, air yang mengandung kotoran ikan disaring dan sisa-sisa kotoran ikan itu akan digunakan lagi untuk menutrisi tanaman lain.

Bila air tidak disaring maka akan berpengaruh terhadap ikan.
Adapun skema sistem budidaya tanaman yang dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minaphonik).

Jenis tanaman sayuran yang dapat dibudidayakan dengan teknik ini seperti seledri, sawi, kangkung, selada, bayam, tomat, cabai, melon, semangka, blewah dan sebagainya.

Sementara jenis ikan yang bisa dipelihara mulai dari nila, gurame, lele, mujair, hias , koi dan lainnya.

Adapun keuntungan dari sistem budidaya tanaman minaponik/aquaponik ini antara lain:
-Dapat diterapkan pada lahan sempit maupun pada lahan luas.
-Lebih efektif di dalam pemakaian sumber daya listrik dan air
– Menghasilkan dua macam produk (sayuran dan ikan) dalam satu kali panen
-Tanaman tidak membutuhkan suplai nutrisi berbahan kimia
– Sayur hasil budidaya tanaman secara aquaponik/minaphonik dianggap mempunyai tingkat keorganikan yang lebih bagus ketimbang tanamanorganik yang ditanam langsung di tanah ataupun sayuran hidroponik sekalipun
-Bebas dari pencemaran zat-zat berbahaya seperti merkuri, timbal danlogam berat yang lainnya
-Lebih segar dan kualitasnya terjamin (kaya rasa).

Peningkatan produksi khususnya tanaman sayuran dapat dilaksanakan dengan pemanfataan lahan pekarangan rumah dan telajakan yang terbatas secara optimal sehingga kebutuhan sehari-hari masyarakat/rumah tangga disaat kondisi ini dapat terpenuhi.

Oleh : Ir. I Putu Karyana, M.MA,
Penyuluh Pertanian Madya
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Editor : Putu Artayasa