27.8 C
Denpasar
03/08/2021, 4:25 PM
Opini AndaOptimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Telajakan Dengan Sistem Hidroganik

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Telajakan Dengan Sistem Hidroganik

balipuspanews google news

OPINI, Balipuspanews.com – Mengingat pangan, air, dan energi merupakan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan hidup manusia.

Secara sederhana manusia membutuhkan makan dan air untuk hidup serta butuh energi guna menunjang mendapatkan kedua hal tersebut.

Ketahanan pangan dan energi merupakan isu utama yang menjadi perhatian berbagai negara di dunia saat ini. Selain karena keberadaannya terbatas, laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat sehingga kebutuhan akan sumber daya pun meningkat.

Ketahanan pangan merupakan ketesediaan produk yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi keberlangsungan hidupnya dan salah satunya adalah komoditas hortikultura. Komoditas hortikultura meliputi tanaman buah–buahan, tanaman hias (florikultura), sayuran dan tanaman biofarmaka.

Komoditas ini memiliki prospek yang cukup baik dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pendapatan petani dengan menggunakan bibit unggul bermutu.

Apabila, dikelola secara intensif dengan menggunakan teknologi tepat guna, produksi yang dihasilkan benar-benar berkualitas serta dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pasar secara berkesinambungan.

Komoditas Sayuran yang merupakan bagian dari tanaman hortikultura mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sehingga usaha tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani baik berskala kecil, menengah maupun besar karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, ketersediaan sumberdaya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar yang terus meningkat.

Permintaan pasar terhadap komoditas hortikultura (Sayuran) khususnya sayur daun, sayur buah (cabe dan tomat), sayur umbi (bawang merah dan bawang putih) dan sayuran lainnya dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk, tingkat kesejahteraan, kesadaran akan gizi masyarakat dan pendapatan yang semakin meningkat pula.

Namun dibalik semua itu keberadaan komoditas tersebut itu sendiri sampai sekarang masih tetap menghadapi tantangan, seperti: produktivitas dan produksi yang masih rendah terutama pada saat diluar musimnya, adanya serangan Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT), belum optimalnya pemanfaatan lahan yang tersedia serta belum optimalnya penggunaan agroinput.

Dalam rangka meminimalkan terjadinya gejolak kebutuhan pangan rumah tangga masyarakat disaat pademi Covid-19 ini, maka perlu adanya penanganan di bidang optimalisasi lahan, pekarangan dan telajakan dengan budidaya tanaman pangan, penanaman pada lahan pekarangan rumah dan telajakan yang terbatas dengan beberapa sistem budidaya tanaman seperti verticultura, hydroganik, aquponik/minaponik, hydropanik, rumah lindung/rain selter, tabulapot.

Strategi sektor pertanian ini merupakan suatu kegiatan untuk mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga yang pelaksanaannya ditingkatkan dengan penanaman tanaman pangan berupa tanaman hortikultura (sayuran) di lahan pekarangan dan telajakan yang dilaksanakan oleh rumah tangga masyarakat, pegawai, PKK/organisasi wanita, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan lainnya.

Penanganan komoditas hortikultura (sayuran) yang diintegrasikan dengan Program Nangun Sat Kerthi Loka Bali salah satunya terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat/ krama Bali terutama dalam hal penyediaan bahan pangan krama Bali menuju Bali Era Baru.

Optimalisasi pengelolaan lahan pekarangan untuk pengembangan usahatani tanaman sayuran perlu ditingkatkan pelaksanaannya agar dapat memberikan peningkatan produksi dan meminimalkan terjadinya gejolak harga yang tinggi pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani dan daerah.

Pengelolaan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran sangatlah berbeda dengan budidaya tanaman lainnya karena memerlukan penanganan lebih. Permasalahan dalam pengelolaan usahatani tanaman sayuran perlu penanganan secara intensif terutama di luar musim.

Salah satu mengintensifkan pemanfaatan lahan pekarangan dan telajakan dengan budidaya tanaman sayuran secara Hygroganik.

Hidroganik berasal dari kata “Hidro” dan “Organik” adalah sistem budidaya tanaman organik dengan memadukan sistem hidro dan sistem organik. Sumber nutrisi utama dari hidroganik ini diperoleh dari pupuk organik padat dan air sebagai nutrisi tambahan.

Perpaduan keduanya menghasilkan suatu sistem di mana budidaya tanaman dilakukan boleh menggunakan maupun tanpa media tanah tapi yang terpenting menggunakan pupuk organik, juga dapat menggunakan organik alami dari kotoran ikan yang dipelihara di bawah tanaman, sehingga sistem ini selain dapat menghasilkan tanaman diatasnya juga dapat mengahasilkan ikan yang ada di bawah tanaman.

Adapun keuntungan dari sistem budidaya tanaman hidroganik sebagai berikut :
1. Tidak perlu mengolah lahan
2. Tidak banyak gulma
3. Pengendalian OPT lebih mudah
4. Tidak perlu penyemaian
5. Lebih hemat bibit
6. Perawatan mudah
7. Panen lebih mudah
8. Hasil panen lebih maksimal
9. Tidak membutuhkan air banyak
10. Bisa dibuat disekitar rumah, di lahan kering, di atas bangunan

Beberapa contoh budidaya tanaman sayuran dengan sistem Hidroganik seperti cabai, sayur hijau salad, serta beraneka ragam jenis sayuran lainnya.

Peningkatan produksi khususnya tanaman sayuran dapat dilaksanakan dengan pemanfaatan lahan pekarangan rumah dan telajakan yang terbatas secara optimal sehingga kebutuhan sehari-hari dalam masyarakat/rumah tangga disaat kondisi ini dapat terpenuhi.

Oleh: Ir. I Putu Karyana, MMA, Penyuluh Pertanian Madya.

Editor : Putu Artayasa

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Member of