Minggu, Mei 19, 2024
BerandaDenpasarOptimalisasi Pendapatan Pajak Daerah, Denpasar Luncurkan Renon Digital Area

Optimalisasi Pendapatan Pajak Daerah, Denpasar Luncurkan Renon Digital Area

DENPASAR, balipuspanews.com
Pemkot Denpasar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) secara resmi meluncurkan Renon Digital Area (Reditia). Peluncuran inovasi unggulan dalam mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi daerah ini dilaksanakan Kepala Bappenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama Direktur Bisnis Non Kredit BPD Bali, I Nyoman Sumenaya di Rumah Makan Puri Suranadi, Denpasar, Kamis (25/5/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPD Bali Cabang Utama Denpasar, Putu Dharmapatni, Perwakilan BI, serta undangan lainya.

Sebelum melaksanakan peluncuran Reditia, turut dilaksanakan peninjauan penerapan pajak digital dengan menyasar wajib pajak Ikan Bakar Cianjur dan Gusto Gelato.

Kepala Bappenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam keteranganya menjelaskan, peluncuran Renon Digital Area (Reditia) ini merupakan salah satu program unggulan dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.

Secara khusus inovasi ini difokuskan dengan membuat klaster ekonomi dan keuangan, terutama pajak daerah. Sehingga secara berkelanjutan mampu mendekatkan digitalisasi bagi masyarakat, termasuk dunia usaha.

“Klaster ini kita buat selain untuk memudahkan pemantauan dan pengawasan, juga secara berkelanjutan untuk mewujudkan transparansi penerimaan pajak yang muaranya pada peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

BACA :  Duta Kesenian Barong dan Baleganjur Denpasar Siap Berikan Penampilan Terbaik di PKB XLVI

Lebih lanjut dijelaskan, Renon dan sekitarnya dipilih menjadi salah satu lokasi percontohan penerapan klaster digitalisasi. Dimana, berdasarkan data, tercatat sebanyak 16 wajib pajak yang diketahui telah menerapkan sistem digitalisasi.

Sehingga diharapkan mayoritas transaksi di kawasan Renon dan sekitarnya ini menggunakan sistem digitalisasi. Sehingga mampu meminimalisir pola tatap muka dan mendukung terciptanya sistem yang transparan dan akuntabel.

Eddy Mulya juga menekankan, inovasi ini tak lepas dari sinergitas bersama antara Pemkot Denpasar, Bank Indonesia dan BPD Bali. Sehingga melalui program ini diharapkan juga mendukung program Bank Indonesia dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.

“Sasarannya adalah keberlanjutan, dimana harapan kami mampu menjaga stabilitas fiskal daerah serta lebih jauh untuk meningkatkan PAD seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan geliat dunia usaha,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak wajib pajak untuk taat membayar pajak. Hal ini lantaran pajak yang dibayarkan kepada pemerintah akan dikembalikan untuk masyarakat. Hal ini dapat kita jumpai dalam peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

BACA :  Dua Bulan Berlalu, Pelaku Pembuang Bayi di Waringin Belum Terungkap

“Mari bersama kita membangun Denpasar dengan taat membayar pajak, karena pajak kita untuk kita,” ujar Eddy Mulya

Direktur Bisnis Non Kredit BPD Bali, I Nyoman Sumanaya mengaku mendukung inovasi Reditia ini. Dimana, langkah positif ini tentu diharapkan mampu menjadi percontohan dalam penerapan klaster digitalisasi. Sehingga kedepan selain memudahkan pengawasan, juga mampu mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.

Sementara, Manajemen Ikan Bakar Cianjur, I Nyoman Rona mengaku bangga menjadi percontohan pajak digital. Dimana, dalam penerapanya sangat transparan dan tidak ada yang ditutupi.

“Bangga juga, kita lebih enak, fair dan transparan, kita juga merasakan efek pembangunan Denpasar,” ujarnya sembari berharap ekonomi dan geliat usaha terus meningkat.

Untuk diketahui, Renon Digital Area (Reditia) terdiri dari 10 ruas jalan yang ada di wilayah Renon dan sekitarnya. Yakni Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Raya Puputan, Jalan Letda Tantular, Jalan Prof. Moh. Yamin, Jalan Merdeka, Jalan Drupadi, Jalan Jayagiri, Jalan Badak Agung, Jalan Dewi Madri, dan Jalan Tukad Gangga.

BACA :  Anggota PPK se-Kota Denpasar Dilantik

Dari 10 ruas jalan di areal Reditia terdapat 116 wajib pajak restaurant. Dimana, sebanyak 47 wajib pajak sudah memiliki alat perekam seperti POS (Point Of Sale), Tapping Box, Tapping Agen yang bekerjasama dengan BPD Bali. Sedangkan 69 wajib pajak yang belum terpasang dipastikan akhir tahun 2023 akan terpasang.

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular