Jumat, Februari 23, 2024
BerandaNewsOptimalisasi PPKM Mikro Berbasis Desa, Bupati Dr. Sanjaya Ngantor di Desa Zona...

Optimalisasi PPKM Mikro Berbasis Desa, Bupati Dr. Sanjaya Ngantor di Desa Zona Merah

TABANAN, balipuspanews.com – Sebagai upaya memotivasi masyarakat dalam rangka optimalisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., MM., Jumat (5/3/2021), ngantor di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Desa ini merupakan desa zona merah Covid-19.

Langkah ini dilakukan sebagai langkah awal untuk meningkatkan efektivitas PPKM berskala mikro berbasis desa, demi mencegah penularan ataupun penyebaran pandemi Covid-19, mulai dari tingkat desa sampai banjar-banjar yang ada didalamnya dengan melibatkan satgas desa sebagai salah satu garda terdepan.

Bupati Dr. Sanjaya menegaskan, optimalisasi ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Mengingat sesuai atensi dari Pemerintah Pusat sebelumnya, Tabanan kembali dinyatakan sebagai tiga Kabupaten/Kota Zona Merah Covid-19 di Bali.

“Namun selang dua hari ini, kita di Tabanan sempat memasuki zona orange. Ini situasi yang patut kita syukuri,” ujar Bupati Sanjaya saat melakukan rapat dengan para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat, di ruang rapat Kantor Perbekel Desa Dauh Peken, Jumat (5/3/2021).

BACA :  KPU Klungkung Pastikan Rekapitulasi Tuntas Lagi Dua Hari

Lebih lanjut Ia menegaskan, setelah melakukan rakor evaluasi penanganan Covid-19 pada kamis 4 Maret 2021 terungkap Kabupaten Tabanan dinyatakan Zona merah kembali oleh Pemerintah Pusat.

Kondisi tersebut dikatakan Sanjaya, bahwa PPKM mikro berbasis Desa ini belum optimal dan mengetuk hatinya untuk melakukan pekerjaan langsung dari desa yang termasuk zona merah guna meningkatkan optimalisasi PPKM tersebut.

“Artinya penanganan pandemi dengan PPKM Micro berbasis desa ini, bukan berarti membebankan persoalan kepada Desa Adat dan Desa Dinas Saja. Tetapi bagaimana Pemerintah Kabupaten ini turun di tengah-tengah masyarakat, khususnya di desa yang dikategorikan sebagai zona merah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan dengan langsung berada di desa dirinya bisa berinteraksi langsung mengetahui permasalahan dan kebutuhan masyarakat. Tentunya kegiatan ini merupakan langkah awal dan tidak berhenti di Desa Dauh Peken saja. Selama kegiatan ini berdampak positif dalam penanggulangan penyebaran pandemi di Tabanan, akan tetap dilakukan.

Untuk saat ini, Bupati Sanjaya membeberkan pihaknya membagi tugas dengan Wabup Edi Wirawan dan Sekda I Gede Susila.

BACA :  Terdakwa Pemerkosaan Anak Tujuh Tahun Divonis Belasan Tahun

“Sekarang Wabup Edi Wirawan ngantor di Desa Banjar Anyar dan Sekda di Desa Perean Tengah. Kita bagi tugas dalam melanjutkan visi misi Nangun Sad Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang unggul, aman dan madani yang salah satu asta programnya adalah membangun berbasis Desa,” imbuhnya.

Sementara, sesuai laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Tabanan I Nyoman Suratmika saat itu, sesuai zonasi dari Pemerintah Pusat ada tiga Kabupaten/Kota di Bali yang kembali dan masih termasuk zona merah Covid-19, yaitu Tabanan, Badung, dan Denpasar.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, kebanyakan kasus positif Covid-19 di Tabanan masih didominasi oleh tiga Kecamatan, yakni Kediri, Tabanan, dan Kerambitan.

“Kediri, kasus yang masih dalam perawatan sebanyak 38 orang, akumulasi keseluruhan dari awal ada 886 orang. Kerambitan saat ini kasus aktifnya 17, total kasusnya ada 889. Kemudian kalau di Kecamatan Tabanan total kasusnya 821, kemudian yang dalam perawatan 35,” ungkapnya.

Untuk keseluruhan kasus yang ada di Tabanan, dikatakannya sejumlah ada 151 kasus yang masih aktif dan sebarannya hampir di seluruh Kecamatan di Tabanan.

BACA :  Pemerintah Lanjutkan Pemberian Bantuan Gagal Panen Kepada Para Petani

“Paling kecil kasus aktifnya di Selbar, yakni 1 kasus dan yang paling tinggi ada di Kediri dan Tabanan karena mobilitas penduduk di daerah tersebut sangat tinggi,” tutupnya.

Penulis : Ngurah Arthadana 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular