Senin, Juni 24, 2024
BerandaBadungOptimalkan Fungsi Desa Adat, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Fasilitasi Kebutuhan MDA...

Optimalkan Fungsi Desa Adat, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Fasilitasi Kebutuhan MDA Badung

BADUNG, balipuspanews.com – Eksistensi adat di Badung mendapat perhatian khusus dari Ketua DPRD Badung I Putu Parwata. Untuk itu, politikus PDIP asal Dalung ini berharap fungsi Desa Adat harus betul-betul dioptimalkan.

Terlebih, dalam situasi saat ini yang sedang berkembang pada setiap desa terus mengalami percepatan dan pertumbuhan, terutama kedatangan tamu asing di masing-masing wilayah Desa Adat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata, saat menerima audiensi dari Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung di ruang kerjanya Sekretariat DPRD Badung, Senin (20/5/2024).

Lebih lanjut, dikatakan Putu Parwata, bahwa pihaknya selaku Ketua DPRD Kabupaten Badung melakukan percakapan dan berdialog dengan Tokoh-Tokoh Adat di Kabupaten Badung, yang memberikan masukan dan aspirasi tentang kondisi di wilayah Desa Adat masing-masing.

“Kami menerima Tokoh-tokoh Adat di Badung, khususnya dari MDA Kabupaten Badung. Mereka melakukan percakapan diskusi dengan saya sebagai Ketua DPRD Badung dan ada beberapa hal masukan-masukan dan inspirasi yang disampaikan melalui kami,” kata Putu Parwata.

BACA :  Berlatih Sejak Januari, Fragmentari "Ngeraja Singa" Sukses Menarik Perhatian Penonton di PKB

Disampaikan pula, bahwa banyak hal yang terjadi di Desa Adat harus disikapi dengan rasional dan logis sesuai situasi perkembangan di masing-masing Desa Adat yang ada di Kabupaten Badung.

“Jadi, adanya percepatan pertumbuhan daripada tamu-tamu, terutama tamu asing di masing-masing wilayah, yang harus dijaga di seluruh Kabupaten Badung, agar peranan Desa Adat ini bisa maksimal,” tegasnya.

Meski demikian, lanjutnya ada beberapa hal yang diusulkan Desa Adat kepada DPRD Kabupaten Badung, untuk ditindaklanjuti.

“Jadi, aspirasinya disampaikan kepada kami, yang pertama adalah bagaimana tempat berkumpul masyarakat itu ada dalam bentuk wantilan di MDA Kabupaten Badung, sehingga mereka mengusulkan agar dapat ditindaklanjuti untuk pembuatan wantilan,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong percepatan proposalnya, untuk segera dikawal. Mengingat, mereka membutuhkan fasilitas-fasilitas lainnya, termasuk kebutuhan Majelis Alit di Kecamatan hingga Desa.

Dicontohkan, untuk operasional perlu kendaraan yang dibutuhkan sangat urgent adalah bensin, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik MDA Kabupaten maupun Majelis Alit, pada tingkat Kecamatan dan Desa.

BACA :  Tanam 50 Pohon dan Tebar 15 Ribu Bibit Ikan di Desa Kesiman Kertalangu, Polisi Gandeng Perbekel

“Kami dorong supaya Pemerintah Kabupaten Badung juga memberikan perhatian untuk memfasilitasi kendaraan dan bensin-bensinnya,” terangnya.

Selain itu, juga diusulkan adanya peningkatan insentif, yang diberikan kepada pekaseh dan pangliman yang kemudian menaikkan Desa Adat.

Mengingat, MDA dan Majelis Alit juga memiliki staf dan struktur organisasi hingga tingkat desa.

Oleh karena itu, Pemerintah diharapkan memberikan pertimbangan dalam bentuk kebersamaan dan juga insentif juga kepada staf atau pengurus MDA dan Majelis Alit hingga tingkat desa.

Tak hanya itu, mereka ingin juga mendapatkan dukungan terhadap pengembangan adat.

Bahkan, MDA berkeinginan melakukan studi komparasi ke Suku Badui, Dayak atau suku lainnya untuk menambah wawasan mereka.

“Nah, pada prinsipnya kami di DPRD ini sangat senang bisa menerima inspirasi dari tokoh-tokoh adat yang ada di Kabupaten Badung. Kami mendorong agar apa yang menjadi kebutuhan adat, baik itu di tingkat Majelis Madya, Alit dan Desa Adat, kami dukung penuh, karena ini adalah kebersamaan kami di Pemerintahan Kabupaten Badung. Kami sangat mendorong dan kami akan fasilitasi apa yang mereka harapkan,” pungkasnya.

BACA :  Komunitas Club Motor Diminta Edukasi Safety Riding

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular