Minggu, Mei 19, 2024
BerandaBulelengP3K Guru Dominasi Dalam Seleksi CPNS Tahun 2021 di Buleleng

P3K Guru Dominasi Dalam Seleksi CPNS Tahun 2021 di Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng sebelumnya telah mengusulkan sebanyak 2600 lebih guru yang sudah tercatat dalam data pokok pendidikan (dapodik) mengikuti seleksi pengangkatan guru status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahun 2021.

Alhasil kini Pemkab Buleleng resmi mendapatkan jatah yang cukup fantastis untuk formasi guru status P3K sebanyak 2552 dalam seleksi tahun 2021 ini. Namun selain ribuan P3K formasi guru, Buleleng juga dapat jatah sebanyak 231 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada seleksi tahun ini.

Dominasi P3K itu, mengingat saat ini di Kabupaten Buleleng masih banyak sekali kekurangan guru lantaran banyak juga guru yang telah mulai memasuki masa pensiun. Sehingga oleh pemerintah pusat, ada sebanyak 2.552 disetujui sebagai dalam seleksi P3K formasi guru pada tahun ini yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Bahkan seleksi formasi CPNS dan P3K guru itu harus terealisasi tahun ini. Mengingat, ini merupakan bagian proses usulan sebelumnya dan pengisian yang masih lowong di Buleleng, dengan begitu pada seleksi tahun ini, Kabupaten Buleleng memang tidak menerima jatah formasi guru CPNS. Hal ini lantaran formasi guru sudah berada dalam seleksi P3K khusus formasi guru.

BACA :  Gelar Saba Festival, Ribuan Warga Menyemut Saksikan Parade Budaya

“Akan ada rapat teknis pada Selasa ini bersama BKPSDM se-Bali di Denpasar. Saat itu baru tahu skema dan polanya seperti apa. Saat ini karena kami tidak punya komputer memadai dan ruang, inilah yang masih kami koordinasikan,” jelas Sekertaris Daerah Gede Suyasa yang dikonfirmasi Jumat (21/5/2021).

Tak hanya itu, terkait anggaran dalam seleksi CPNS dan PPPK guru tahun ini dipaparkannya bahwa masih melakukan penyesuaian termasuk pergeseran anggaran yang cukup.

Sebab pada tahun sebelumnya P3K hanya 103 formasi akan tetapi tahun ini mencapai angka hampir 90 persen lebih mendominasi. Akan tetapi ribuan formasi P3K guru ini harus wajib semua diambil.

Nantinya para peserta akan tetap mengikuti test CAT, yang dilakukan di masing-masing sekolah dengan tutor langsung dari pusat untuk mengendalikan.

“Justru di guru sedikit menelan biaya, karena CAT langsung di sekolah, cukup biaya operasional dan pengawas saja. Beda dengan CPNS, harus menyewa (komputer) ke Provinsi. Kalau anggaran (sewa) sekitar 300 (juta) sampai 400 juta, ditambah lagi biaya operasional,” tutupnya.

BACA :  Sambut Pilkada Klungkung, 6 Parpol Bentuk Koalisi Nawasena

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular