Jumat, Juni 21, 2024
BerandaBulelengPAD 2024 Dirancang Alami Penurunan, Dewan Buleleng Dorong Eksekutif Intensifkan Pemungutan Pajak...

PAD 2024 Dirancang Alami Penurunan, Dewan Buleleng Dorong Eksekutif Intensifkan Pemungutan Pajak dan Retribusi

BULELENG, balipuspanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buleleng mendorong eksekutif agar mengintensifkan pemungutan pajak dan retribusi setiap tahunnya. Sebab untuk pendapatan daerah pada pos PAD dirancang mengalami penurunan di APBD 2024 dengan besaran 8,5 persen dibanding APBD induk tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna usai memimpin rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian penjelasan Bupati atas Ranperda APBD tahun anggaran 2024 di Ruang Rapat Utama DPRD Buleleng, Senin (23/10/2023).

Supriatna menyampaikan terkait penurunan target PAD pada sektor pajak dan retribusi terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P2 sebagai dampak dari adannya Perda Kabupaten Buleleng yang diantaranya mengatur tentang penurunan pajak dan retribusi PBB dan PBHTB.

Namun dirinya juga tetap mengingatkan bahwa di Kabupaten Buleleng setiap tahunnya akan ada peningkatan Investasi yang tentunya akan memberikan dampak penambahan pendapatan bagi pemerintah daerah.

“Kita dalam hal ini mendorong eksekutif untuk mengintensifkan pemungutan pajak dan retribusi agar upaya-upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dapat berjalan secara maksimal,” ujarnya.

BACA :  Bupati Sanjaya Hadiri Peluncuran Tahapan, Jingle dan Maskot Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Tahun 2024

Secara umum Rancangan APBD Kabupaten Buleleng tahun 2024 kata Supriatna jika dilihat utama dari sisi pendapatan memang dirancang mengalami penurunan. Namun hal tersebut dapat dijelaskan bahwa semua disebabkan karena adanya pergeseran pos penerimaan dari semula dipasang di pos PAD bergeser ke Pos pendapatan lain-lain yang sah.

Sehingga terkait dengan penyampaian penjelasan APBD tahun 2024 ini berpatokan pada dokumen kesepakatan KUA-PPAS yang sudah ditandatangani September lalu sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang ada. Disamping itu kata Supriatna dana-dana transfer dari pemerintah pusat masih belum ada gambaran berapa besarannya.

“Jadi sebenarnya tidak terjadi penurunan cuma terjadi pergeseran pos penerimaan dari semula dipasang di pos PAD bergeser ke Pos pendapatan lain-lain yang sah. Sehingga penjelasan yang disampaikan tadi oleh Pj. Bupati sudah tentu ada perubahan-perubahan yang akan kita bahas nanti pada agenda rapat selanjutnya,” terang politisi asal Desa Tejakula ini.

Sekedar diketahui, pada rancangan APBD Kabupaten Buleleng tahun 2024, pendapatan dirancang sebesar Rp 2.214.956.043.430,- mengalami peningkatan sebesar Rp 4.139.541.403,- atau 0,19 persen dibanding APBD induk tahun 2023. Belanja daerah dirancang sebesar Rp 2.214.956.043.430,- mengalami penurunan sebesar Rp 8.436.856.597 atau 0,38 persen.

BACA :  Tampil Dramatis, Obor Culik Bungkam Himvolip di Partai Puncak

Sedangkan pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan pada rancangan APBD tahun 2024 dirancang Rp 0,- .

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular