PAD Nyaris Tembus Rp 2,7 Triliun, DPRD Badung Apresiasi Kerja Keras Eksekutif

Ketua DPRD Badung Putu Parwata
Ketua DPRD Badung Putu Parwata

BADUNG, balipuspanews.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung yang hampir menyentuh Rp 2,7 Triliun mendapat apresiasi dari DPRD Badung.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD, Putu Parwata dalam Pembukaan Sidang Paripurna Ketiga Pada Masa Persidangan Kedua dengan Agenda Penyampaian Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan KUPA – PPAS Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022, bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana Sekretariat DPRD Kabupaten Badung Lantai III, Rabu (10/8/2022).

Putu Parwata menyampaikan pendapatan hampir Rp 2,7 triliun dan belanja Rp 4,5 triliun merupakan suatu langkah keberanian yang diambil dengan berdasarkan beberapa indikator.

“Namun demikian ada beberapa yang kami akan berbicara dengan ketua TAPD dengan sekda selaku penanggung jawab TAPD ada beberapa barangkali postur anggarannya harus dimaksimalkan, tapi secara umum anggaran yang sudah disampaikan oleh bupati sudah sesuai dengan perda PPNSB,” ujarnya.

Politisi asal Desa Dalung tersebut menyebutkan semua perangkat daerah sudah diarahkan bagaimana meningkatkan pendidikan, pangan, ketenagakerjaan dan adat budaya dan juga harus memberikan perhatian yang serius terhadap kesehatan.

“Sehingga ada beberapa anggaran yang kami lihat ada kenaikan, beberapa lingkungan juga dimaksuimalkan dan belanja-belanja modal untuk lingkungan sudah dibangun, semoga nanti tidak jauh meleset dan sesuai dengan indikator yang disampaikan oleh Bupati,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta mengucapkan terimakasih kepada semua komponen terutama masyarakat Kabupaten Badung karena target pendapatan Badung dapat tercapai. Sehingga pendapatan dan belanja daerah yang dirancang dapat lebih realistis, efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial ekonomi maupun aspek teknokratisnya.

“Astungkara target pendapatan tercapai karena memang pariwisata sudah mulai pulih kembali dan pandemi sudah jadi endemi. kebetulan juga pada bulan Juli-Agustus Negara Australia yaitu Kota Perth, Melbourne dan Sydney lagi musim liburan murid dan musim dingin sampai menyentuh suhu minus.

Ini berdampak juga pada pulau Bali tapi dinginnya tidak begitu. Nah inilah memang high season kami khusus di Badung dan Pulau Bali ini dimana sumber pendapatan dari pajak hotel restoran bisa meningkat.

Dan yang paling penting juga berkenaan dengan kegiatan G20 segala event pendukung kegiatan G20 ini diadakan di Kabupaten Badung sehingga astungkara kita bisa memenuhi akan target dan kami akan berikan sepenuhnya kepada masyarakat Krama Badung itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis : Kadek Adnyana

Editor : Oka Suryawan 

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version