Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan ke Imigirasian, Thomas Aries Munandar. 

SINGARAJA, balipuspanews.com — Petugas Imigrasi Kelas II Singaraja melakukan deportasi terhadap 7 orang kru Mango TV (China Production House) WNA asal Tiongkok. Mereka kedapatan melakukan pengambilan gambar di seputaran Pulau Menjangan dan lokasi PLTU Celukan Bawang.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan ke Imigirasian, Thomas Aries Munandar mengatakan, mereka telah melakukan pelanggaran kegiatan jurnalistik yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.

Pelanggaran lain sebut Thomas, mereka tidak mengantongi izin peliputan dan mengambil gambar visual dengan menggunakan kamera terbang (drone).

Thomas mengungkapkan, peristiwa terjadi beberapa waktu lalu, dimana sebanyak 60 orang kru Mango TV melakukan kegiatan jurnalistik diseputaran Pulau Menjangan dan lokasi PLTU Celukan Bawang. Hanya saja, setelah dicek ternyata kru yang ikut dalam kegiatan tersebut melebihi batas yang tercantum dalam daftar nama kru.

“Kita lakukan cek list data ternyata yang ikut dalam kegiatan jurnalistik sebanyak 80 orang. Kita cek lagi dokumennya, ternyata hanya 60 orang yang punya izin sah melakukan kegiatan sesuai izin yang dikantongi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” kata Thomas didampingi Kasi Teknologi, Informasi dan Kasi Komunikasi, Hartono, Senin (9/12).

Imbuh Thomas, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menerbitkan izin kepada Mango TV untuk melakukan kegiatan peliputan berdasar permohonan dari Konsulat RI di Guangzhou, China. Namun faktanya, ditemukan banyak peraturan dan hukum di Indonesia yang dilanggar. Tak pelak, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI langsung mencabut kembali izin mereka.

“Paling utama fixer (pendamping) lokal mereka telah mengajukan permohonan  pencabutan surat izin produksi film oleh Mango TV,” terangnya.

Mango TV dianggap tidak kooperatif dan tidak mematuhi peraturan izin perfilman di Indonesia. Diantaranya melakukan pengambilan gambar dengan menggunakan drone tanpa memberi info kepada fixer (PT.LAHUKA).

“Juga telah ditemukan sebagian kru tidak menggunakan visa jurnalis dan hal itu telah melanggar peraturan keimigrasian yang berlaku di Indonesa,” imbuhnya.

Nah, setelah dicek ulang ditemukan 7 orang yang telah melakukan pelanggaran keimigrasian dan mereka pun dideportasi sebagai bentuk tindakan tegas atas pelanggaran yang terjadi di wilayah hukum negara Indonesia.

“Kita langsung deportasi 7 orang WNA itu, melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar,” tutupnya.