Pelatih pembuat kopi memakai ganja dituntut.
Pelatih pembuat kopi memakai ganja dituntut.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com – Pemuda asal Jogja, Eri Satria Purnama (26) hanya bisa terdiam dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (8/8) usai mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Oleh JPU Cok Intan Merlany Dewie,SH pemuda 26 tahun ini dinyatakan bersalah memiliki, menyimpan dan menguasai serta menyediakan narkotika golongan 1 jenis tanaman berupa Ganja dengan berat beraih 34,83 gram dan diancam Pasal 111 ayat (1) UU RI.No 35 tahun 2009.

“Memohon kepada majelis hakim yang menangani perkara terdakwa untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara selama lima tahun,” demikian Jaksa Cok dihadapan Majelis Hakim pimpinan Bambang Eka Putra, S.H., MH., di ruang sidang Cakra.

Selain hukuman fisik, JPU dari Kejari Denpasar ini juga mengajukan tuntutan berupa denda sebesar Rp1 miliar subsider selama 4 bulab penjara.

Sebagaimana disebutkan dalam dakwaan, terdakwa yang mengaku baru 4 bulan di Bali memesan ganja lewat online dari akun IG seseorang yang tanpa nama.

Selanjutnya, terdakwa yang kos di jalan Tangkuban Perahu Gang Fujiama, Padangsambian ini dalam pemesanan mencamtumkan alamat langsung di kantor JNE di Jalan Tukad Yeh Aye, Renon. Agar begitu pesanan tiba, petugas langsung menghubungi nomor telpon miliknya yang dicantumkan.

Sayangnya paket ganja begitu tiba, terdakwa yang dihubungi oleh petugas JNE justru HP tidak aktif. Selanjutnya terdakwa menghubungi pihak JNE bahwa HP hilang dan oleh petugas JNE diminta untuk segera mengambil paket kirimannya.

Pada 27 Januari 2019 Pukul 13.30 Wita terdakwa menuju kantor JNE untuk mengambil paketan di Jalan Tukad Yeh Aye. Sayangnya begitu memasukkan paket pesanannya ke dalam saku, langsung di ciduk polisi.

Paket terbungkus pelastik yang di bawanya terdapat alumunium foil yang berisi Batang, Biji dan daun Ganja. “Dari pemeriksaan petugas, diketahui berat ganja yang diakui milik terdakwa berat bersih 34,83 gram,” jelas JPU.

Dari pemeriksaan penyidik, Ia mengaku membeli ganja tersebut seharga Rp1 juta dan baru kali pertama memesan selama 4 bulan di Bali. “Beralasan susah tidur sehingga beli ganja untuk bisa tidur cepat,” imbuh Jaksa Cok.

Menanggapi tuntutan JPU, pemuda kelahiran 26 Desember 1993 yang berprofesi sebagai Pelatih Pembuat dan Peracik Kopi ini menyampaikan permohonan agar mendapat keringanan hukuman. (jr/bpn/tim).