Sekda Bangli IB Giri Putra tengah disela menerima tim riset yang berasal dari tujuh negara. Foto Humas Bangli For Balipuspanews.com
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

BANGLI,balipuspanews.com- Danau Batur, Kintamani, Bangli menjadi obyek riset pelestarian air dari The International Community Service ( ICS) yang berasal dari tujuh negara. Tujuh negara itu meliputi Indonesia, Thailand, Vetnam, Kamboja, Myanmar, Malaysia dan Rusia. Selain danau Batur, ICS juga mengadakan penelitian dalam menciptakan pertanian baru dikawasan danau terbesar di Bali itu. Kehadiran ICS diprakarsai oleh fakultas Pertanian Universitas Udayana ( Unud). Rabu ( 10/4/2019), tim ICS yang dipimpin Dekan Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. Nyoman Rai itu diterima Sekda Bangli IB Giri Putra diwantilan Pura Jati Batur, Kintamani.

Prof Rai mengatakan, terbentuknya ICS bermula dari kerjasama antara Fakultas Pertanian Unud dengan Soil Science Fakulty Lomonosov  Moscow State University yang mempelajari ilmu tanah. Tujuan awalnya adalah menemukan teknologi pertanian baru yang bisa diaplikasikan secara langsung ke masyarakat melalui riset bersama antara Universitas Udayana dengan Moscow state university.

Lebih lanjut menurut Prof Rai, riset sesuai sesuai dengan visi gubernur Bali Wayan Koster yang salah satunya adalah pelestarian lingkungan, air dan danau. Kondisi riil dilapangan menurutnya, sangat mengkhawatirkan karena terjadi polusi yang luar biasa karena praktek pertanian menggunakan bahan vestisida dan pupuk kimia yang berlebihan. Polusi kimia juga menimpa perikanan.

” Melihat kondisi seperti itu, kita yang tergabung dalam ICS ini  bersepakat mengajukan proposal lagi ke pihak Asian join projek untuk mendapatkan pendanaan riset . Namun yang utama, perlunya pemahaman dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya melestarikan danau dan lingkungannya,” kata Prof Rai.

” Kita tidak ingin hasil riset menjadi sia sia. Terpenting dari pertemuan ini,kita ingin menggali informasi dari masyarakat termasuk Bupati dan Sekda selaku pengelola. Intinya keikutsertaan kita dapat memberikan kontribusi  positif terhadap pemerintah dan  masyarakat. Tim kita bisa membuat perencanaan yang lebih bagus untuk ikut memberikan kontribusi sekecil apapun untuk mengatasi kendala yang ada,” ujarnya diplomatis.

Terkait proposal untuk mendapatkan biaya penelitian, Prof Rai menyebutkan, akan mencari bantuan pendanaan internasional. Pasalnya, pemeriantah daerah pasti sudah melakukan upaya pelestarian

“ Mudah- mudahan apa yang kita lakukan disini bagus hasilnya, kemudian pihak pemberi dana melihat ini penting, nah pada saat itulah kita ada semacam aktivitas untuk ikut turun ke lapangan bagaimana kita mengatasi kendala yang kita hadapi untuk kembali lestari,”tutupnya.

Dilan pihak Sekda Bangli, IB Giri Putra yang juga ketua Pokja GM Batur Unisco Global Geopark menyampaikan apresiasi kepada Unud  yang telah mengandeng pakar dari berbagai negara untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dikawasan Danau Batur.

Mantan Sekwan Bangli itu yakin, pengabdian para pakar  dapat memberi dampak positif dari hasil study dan kajiannya, sehingga  bisa memberikan kontribusi khususnya danau Batur dan bisa menyelamatkan danau Batur dari situasi sulit yang dihadapi kedepan. Danau Batur ujar pria yang akrab dipanggil Gus Giri ini, adalah  bagian dari  global unesco geopark yang sudah tervalidasi.

Adik kandung mantan bupati Bangli IB Ladip itu berharap, riset oleh ICS  menjadi poin yang penting dalam melakukan revalidasi di tahun 2020.

” Di dalam  geopark itu sendiri, didalamnya ada konservasi, ada pemberdayaan dan juga ada edukasi, dan salah satu yang diharapkan adalah hal yang seperti ini. Dan ini merupakan jalan baik untuk mempertahankan tujuan dari Unesco,” pungkasnya.  ( rls/bas)

Advertisement
Loading...