Paket Tamba- Ipat siap maksimalkan sektor pertanian jika terpilih dalam Pilkada
Paket Tamba- Ipat siap maksimalkan sektor pertanian jika terpilih dalam Pilkada

DENPASAR, balipuspanews.com – Paket pasangan calon bupati- wakil bupati koalisi Golkar, Nasdem dan Demokrat Nengah Tamba- I Gede Patriana Krisna (Ipat) siap memaksimalkan sektor pertanian, perikanan dan peternakan jika terpilih dalam Pilkada Jembrana 9 Desember mendatang.

“Kita akan benahi sektor pertanian, peternakan, perikanan, yang riil aja,” kata calon bupati I Nengah Tamba.

Mantan anggota DPRD Bali menyebutkan, empat kali cobaan yang dihadapi Bali, masing – masing perang teluk, bom Bali I dan bom Bali II, Gunung Agung, sektor pertanian menjadi andalan ketika sektor pariwisata terpuruk.

Tamba melihat, sektor pertanian yang paling bertahan dalam kondisi apapun, namun untuk di Jembrana belum digarap secara maksimal, hanya sebatas wacana.

Namun, kata Tamba, Covid-19 ini telah memberikan pelajaran, untuk bersyukur terhadap ketahanan pangan di Bali umumnya, dan Jembrana khususnya yang didukung petani masih mampu bertahan dan mau menggarap pertanian.

Selain itu, masih terjadinya rantai berkepanjangan terhadap sektor pertanian di Kabupaten paling barat di Bali ini ketika panen raya terjadi dan masih berketergantungan dengan daerah lain untuk memproses hasil pertanian tersebut.

Salah satu contoh yaitu masalah pertanian di Bumi Makepung adalah saat musim panen padi harga selalu merosot, dan sistem pengolahannya juga melibatkan pihak lain, dengan membawa ke Banyuwangi untuk diolah, setelah jadi beras baru ke Jembrana lagi.

“Ini memiliki kontinuitas tinggi, ngapain dibiarin itu terjadi tidak diolah di Jembrana, ini kan mampu menyerap tenaga kerja,” beber Tamba.

Selain itu, pihaknya juga berencana mendirikan Konsorsium di Jembrana terhadap produk-produk unggulan petani Jembrana dengan pemerintah menalangi dan membeli saat panen, dan harga tidak akan anjlok, serta petani bisa sejahtera.

Peran serta Perusda juga dilibatkan ketika panen raya terjadi di Jembrana, untuk menyerap hasil produk pertanian Jembrana sehingga petani mampu bertahan dan saat panen raya memang betul betul menikmati hasil, bukan terjadi harga yang merosot.

Kalau ini berjalan, tidak ada istilah Perusda bangkrut. Kami optimis dalam perjuangan menuju gerakan kebersamaan, agar ada perubahan di Jembrana.

Hal ini bisa terwujud jika masyarakat Jembrana menginginkan perubahan yang terjadi.

“Kami dengan Ipat siap membawa perubahan,” janjinya.

Tamba melihat sosok Ipat anak muda kreatif siap pulang kampung membangun Jembrana.

Sementara putra mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa yaitu Ipat mengatakan, sudah saatnya pulang kampung membangun Jembrana dan membawa perubahan.

“Niat pulang kampung membangun Jembrana setelah sebelumnya selama 18 tahun di Kota Kediri,” jelas Ipat singkat.

Alasan pulang kampung, yaitu membangun Jembrana yang lebih maju dan bergerak cepat seperti kabupaten-kabupaten lainnya di Bali, jangan sampai kampung ini tertinggal, Jembrana harus setara dengan kabupaten lain.

“Astungkara pasti bisa, pasti bisa,” sahut Tamba-Ipat kompak penuh optimis.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan

Facebook Comments