Sabtu, Juli 13, 2024
BerandaBulelengPalinggih di Pura Puncak Cemara Geseng Dibongkar Orang Tidak Dikenal

Palinggih di Pura Puncak Cemara Geseng Dibongkar Orang Tidak Dikenal

BULELENG, balipuspanews.com – Umat Hindu di Bumi Panji Sakti Buleleng digegerkan pembongkaran pelinggih di Pura puncak Cemara Geseng. Aksi yang menodai kesakralan pura itu viral di media sosial, Rabu (12/4/2023).

Kelian Banjar Adat Buah Banjah, Desa Lemukih Ketut Arsana saat dikonfirmasi mengatakan dari masing-masing Palinggih di Pura yang terletak di perbatasan tiga desa yakni Desa Sudaji, Desa Silangjana, dan Lemukih didapati kerusakannya rata-rata ada pada bagian pondasi Pelinggih.

Sehingga kuat dugaan, kata Arsana orang yang membongkar ingin mengincar isi dari pedagingan seperti uang kepeng atau logam mulia yang ditanam sebagai sarana upacara saat awal pembangunan palinggih.

“Sudah dibongkar rata-rata di bagian pondasi, jadi kemungkinan yang dicari akah pedagingan entah permata, uang kepeng yang dulu di tanam di awal pembangunan palinggih,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kemudian langkah berikutnya para prajuru (pengurus) Adat dari tiga desa, kata Arsana sudah menggelar pertemuan dan berhasil mendapatkan tiga kesepakatan. Dimana pertama akan digelar upacara pembersihan dan menghitung kerugian yang ditaksir mencapai Rp 300 Juta.

BACA :  Penanganan Stunting di Badung, Wabup Suiasa Ajak Semua Komponen Gerak Bersama

Kedua akan digelar upacara pecaruan dan perebuan. Ketiga kasus tersebut akan dilaporkan ke Polres Buleleng untuk diproses mendapatkan proses hukum lebih lanjut.

“Sudah sempat diadakan pertemuan dan ada tiga kesepakatan salah satunya peristiwa pembongkaran akan dilaporkan ke Polres Buleleng,” pungkasnya.

Disisi lain, Kapolsek Sawan Dewa Made Sudiasa membernarkan terkait peristiwa pembongkaran pura di Wilayah Desa Sudaji tersebut. Namun demikian karena pura bersangkutan di miliki oleh tiga Desa maka warga sepakat melaporkan ke Polres Buleleng.

“Kejadiannya dilaporkan ke Polres sudah sesuai kesepakatan adat, karena Pura di penyungsungnya ada tiga desa,” singkatnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular