Paman dan Keponakan Adu Jotos Hingga Kepala Bocor
Perkelahian satu keluarga menyebabkan pamannya Wayan Lanus kepalanya bocor dirawat di UGD
SEMARAPURA, balipuspanews.com

Hanya gara gara sampah hasil memulung yang menjadi sumber keributan satu keluarga, akhirnya berujung perkelahian perang tanding diantara paman dengan keponakan, hingga membuat kepala sang pamannya,  I Wayan  Lanus  kepalanya bocor dan dirawat di UGD RSU Klungkung.

 Kejadian yang sempat mengebohkan warga Lingkungan Besang Kangin, Semarapura Kaje ini terjadi pada Senin (13/1/2020) sekitar pukul 12.30 wita.

Peristiwa pertikaian dan  perkelahian antara  pamannya, I Wayan Lanus , 63  dan keponakannya  I Komang Adi Rustanaya,32 dibenarkan oleh Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta,SH.

 Menurutnya perkelahian antara paman dengan keponakannya ini diketahui  saksi  I Ketut Kembar,  54 yang merupakan Bendesa  Besang Kangin dan  I Nyoman Ruka, 61,   alamat orang tua  dari  I Komang Rustanaya.

 Lebih jauh Kapolsek Klungkung menyatakan perkelahian ini dipicu,berawal dari terjadinya cek-cok disertai  adu mulut  antara I Wayan Lanus dengan I Komang Adi Rustanaya yang sempat dilerai  oleh saksi  I Ketut Kembar, karena tidak bisa diredam ke duanya saling dorong kemudian I Wayan Lanus terjatuh  menyebabkan  kepala bagian belakang mengenai  sepeda motor sehingga mengakibatkan  luka robek di kepala  bagian belakang  dengan 5 jaritan  Dan luka robek di bagian jidat  atas alis kiri  dengan 4 jaritan.

Korban selanjutnya dibawa ke  IGD RSUD Klungkung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut atas luka luka yang dialami Wayan Lanus.

 Diduga lantaran  Latar belakang ketidak cocokan antara sesama anggota keluarga. Korban dikenal dilingkungan keras hati dan kaku dengan pendiriannya yang selama ini suka mengumpulkan barang rongsokan yang disimpan didalam rumah yang menyebabkan keadaan rumah menjadi kotor. Hal inilah menjadi sumber keributan yang terjadi.

“ Namun kasus perkelahian tersebut mereka pilih diselesaikan secara kekeluargaan,”terang Kapolsek Kompol Nyoman Suparta ..

 Lebih jauh Kapolsek Kompol Nyoman Suparta melakukan mediasi pendekatan dimana mereka utamanya pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya dengan tulus minta maaf. Dilain pihak korban juga tidak menuntut secara hukumdan iklas menerima permintaan maaf dari pelaku.

 “Akibat yang ditimbulkan tidak menyebabkan terhalangnya aktifitas korban sehari hari,serta ada jaminan dari keluarga dan tokoh masyarakat untuk mengawasi mereka dalam kesehariannya. Dan surat pernyataan mereka berdua diketahui para tokoh masyarakat setempat,”imbuh  Kompol Nyoman Suparta tegas.

 Dari informasi dilapangan disebutkan Korban l  Wayan Lanus saban hari selalu mengumpulkan  sampah rombengan/ rongsokan  tetapi tidak pernah ada itikad untuk menjualnya.

Hal yang sama terulang kembali kasus yang sama sudah pernah terjadi dengan keluarga lain dan sudah dimediasi oleh pihak arapat desa disaksikan Babin (.Roni/BPN/tim)