Kamis, April 30, 2026
spot_img

Pameran Bonsai Gianyar 2026 Tampilkan 618 Karya Terbaik, Seleksi Ketat Tingkatkan Kualitas

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com – Ratusan karya bonsai terbaik dari berbagai penjuru Indonesia memikat perhatian pengunjung dalam Pameran Bonsai Gianyar 2026. Sebanyak 618 bonsai terpilih dipamerkan di Alun-Alun Kota Gianyar dalam ajang yang berlangsung selama lebih dari sepekan, mulai 24 April hingga 2 Mei 2026.

Pameran yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Gianyar ini resmi dibuka pada Rabu (29/4/2026) oleh Sekretaris Daerah Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama. Pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), panitia, serta para pecinta bonsai dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Sekda Gianyar menegaskan bahwa perkembangan seni bonsai di wilayahnya menunjukkan tren yang semakin positif. Ia menilai pameran ini tidak hanya menjadi ajang estetika, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Bonsai bukan sekadar seni, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap alam melalui perawatan tanaman yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua panitia, I Wayan Artana, menjelaskan bahwa pameran tahun ini mengusung konsep seleksi yang lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Dampaknya, jumlah peserta memang lebih terbatas, namun kualitas bonsai yang ditampilkan mengalami peningkatan signifikan.

BACA :  Pelatihan Bahasa Isyarat dan Packaging Ramah Lingkungan, Disnaker Gianyar Tingkatkan Layanan Inklusif dan Daya Saing UMKM

“Kami menitikberatkan pada kualitas. Bonsai yang dipamerkan harus memiliki perawatan yang baik dan prospek pengembangan yang jelas,” jelasnya.

Menurutnya, aspek bahan dasar menjadi salah satu faktor utama dalam proses seleksi. Bonsai dengan pola gerak dan karakter yang sudah terbentuk sejak awal dinilai memiliki nilai artistik dan potensi yang lebih tinggi.

Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan juri dengan mempertimbangkan berbagai kriteria, seperti kesesuaian gaya, karakter tanaman, alur gerak, kesehatan, serta keserasian antara tanaman dan pot.

Penilaian juga dibagi berdasarkan klasifikasi ukuran, mulai dari kecil, medium, besar, hingga imperial.
Selain itu, kontes dibedakan dalam beberapa kelas, yakni prospek, pratama, madya, utama, hingga bintang, yang mencerminkan tingkat kematangan dan estetika bonsai.

Puncak kegiatan ditandai dengan penancapan bendera serta penyerahan piala kepada para pemenang yang dilakukan langsung oleh Sekda Gianyar.
Melalui pameran ini, panitia berharap kegiatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan apresiasi seni bonsai. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui hobi yang bernilai seni tinggi.

BACA :  Wabup Badung Bagus Alit Sucipta Apresiasi Gotong Royong Krama Puri Punggul dalam Karya Ngenteg Linggih

Penulis: Ketut Catur
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular