Pamit Mandi, Ditemukan Tergantung di Pohon Duku

Proses evakuasi jenazah korban gantung diri
Proses evakuasi jenazah korban gantung diri

NEGARA, balipuspanews.com – NKAS,21, Kamis (14/01/2021) malam kaget saat mencari suaminya ke kamar mandi. Sebab, ketika ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Berangbang, Kecamatan Negara melihat PD,22, suaminya tergantung di pohon duku (ceroring).

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, Jumat (15/01/2021) menyampaikan, sekitar pukul 20.00 WITA A yang sedang didalam kamar bersama anaknya, mendengar suami dan mertuanya sedang ngobrol di ruang tamu.

Setelah selesai ngobrol A kemudian menanyakan ke suaminya ngobrol tentang apa tadi. Namun D menjawab istrinya besok akan dikasi tahu dan istrinya memberitahukan agar suaminya mendengarkan kata orang tuanya.

Setelah itu sekitar pukul 22.00 WITA D pamit mandi, ke kamar mandi yang berada di barat rumah. Karena lama suaminya tidak balik, A sekitar pukul 23.30 WITA mencari suaminya ke kamar mandi.

Dia kemudian kaget karena melihat suaminya tergantung di pohon duku yang tumbuh di sebelah barat kamar mandi dengan menggunakan tali plastik nylon warna biru. Melihat suaminya tergantung, A kemudian meminta tolong kepada mertuanya. Lalu tubuh D diturunkan bersama warga yang datang kemudian.

Anggota polisi yang mendapat laporan kemudian datang bersama petugas medis. Dari olah TKP panjang tali yang digukanan gantung diri 180 centimeter dan tinggi dahan pohon duku tempat mengikatkan tali ke tanah 240 centimeter.

“Dari pemeriksaan luar oleh petugas medis tidak ditemukan cairan keluar dari kemaluan, tidak ditemukan tanda kekerasan dan di leher ditemukan bekas jeratan,” ujarnya.

Sementara dari keterangan orang tua korban, sebelumnya mereka sempat membicarakan hasil pemeriksaan kesehatan istri korban dan korban menanyakan solusi nya kedepan.

“Diduga Korban merasa tersinggung atas perkataan orang tuanya, terkait penyakit yang diderita istrinya. Pihak keluarga korban sudah mengiklaskan kematian korban,” terangnya.

Penulis : Anom Suardana 

Editor : Oka Suryawan