Pamit Ngarit, Tewas Mengapung

Sabtu (21/11) warga banjar Arca, Desa Pulukan Pekutatan I Nyoman Cidra,52, ditemukan mengapung di sungai
Sabtu (21/11) warga banjar Arca, Desa Pulukan Pekutatan I Nyoman Cidra,52, ditemukan mengapung di sungai

NEGARA, balipuspanews.com- I Nyoman Cidra,52, pada Jumat (20/11) pamit ke kebun untuk mencari rumput. Namun pada Sabtu, (21/11) waega banjar Arca, desa Pulukan Pekutatan itu pulang sudah menjadi mayat.

Kapolsek Pekutatan, Kompol Gusti Agung Sukasana, menyampaikan pada Jumat sekitat pukul 14.00, Cidra berpamitan kepada istrinya ingik ngarit (mencari) rumput makanan sapi. Cidra lalu ngarit di kebun pinggir sungai. Tetapi sampai pukul 18.00 Cidra tidak balik pulang rumah sehingqa membuat istri dan keluarganya kebingungan.

“Keluarga dan warga sekitar kemudian berusaha melakukan pencarian,” ujarnya.

Namun pencarian yang dilakukan dilokasi Cidra biasa ngarit tidak membuahkan hasil.

“Dipinggir sungai hanya ditemukan rumput dan sebungkus rokok dan sebuah korek api milik korban, karena sudah larut malam diputuskan pencarian dilanjutkan besoknya,”ungkapnya.

Lalu Sabtu mulai pukul 06.30, polisi, Basarnas, Satpol PP yang mendapat informasi bersama keluarga dan warga kembali melakukan pencarian dengan menyusuri sungai sampai ke muara pinggir pantai Pulukan. Namun samlai menjelang siang Cidra tetap juga belum diketemukan. Akhirnya sekitar pukul 11.30 seorang warga bernama I Nengah, 52, warga banjar Sumbermis, Desa Pekutatan melapor ke Koramil Pekutatan, ada mayat mengapung disungai.

“Saat itu dia akan mandi di sungai dan melihat ada kaki manusia yang tersangkut di sebuah batu besar,” jelasnya.

Anggota Piket Koramil Sertu I Nengah Sudiarta yang menerima laporan lalu mendatangi TKP dan dibantu oleh warga Desa Pukukan laku mengevakuasi mayat yang ternyata Cidra itu. Kondisi mayat Cidra saat ditemukan sudah dalam keadaan kaku luka luka yang dialami di bagian kepala ada benjolan mengeluarkan darah, pada bagian telinga kanan kiri juga mengeluarkan darah, pada bawah mata ada luka robek, dan lecet pada siku tangan. Diduga Cidra terpeleset dan jatuh kesungai dan karena tidak ada yang mebolong dia hanyut terseret air sungai yang saat itu sedang banjir. “Pihak keluarga menerima dengan lapang dada kematian korban dan kejadian ini murni merupakan musibah,” terangnya.

I Gede Darmada, S.E., M.AP., Kepala Kantor Basarnas Bali menambahkan, korban ditemukan oleh masyarakat pada posisi terapung di sungai, 2,2 kilometer arah barat daya dari lokasi kejadian kira-kira 3 jam setelah pencarian.

“Setelah dievakuasi jenazah dibawa ke Puskesmas Pekutatan untuk pemeriksaan, kemudian dibawa kerumah duka,” tambahnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka