Pamitan Berburu, Pria asal Tembuku Ini Ditemukan Tergantung di Pohon Kaliasem

Ilustrasi gantung diri
Ilustrasi gantung diri

BANGLI, balipuspanews.com – Seorang pria berinisial MS,25, asal Banjar Puraja, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli ditemukan tewas dalam posisi tergantung pada pohon kaliasem, Minggu (23/1/2022). Informasi yang diperoleh, sebelum gantung diri, korban pamitan kepada orang tuanya pergi berburu burung di tegalan.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Diungkapkan, awalnya Minggu sekitar pukul 07.00 WITA korban pamitan kepada ayahnya untuk pergi berburu burung.

“Korban saat itu membawa senapan angin ke tegalan,” ujar, Senin (24/1/2021) pagi.

Lanjut Sarta, setelah berpamitan untuk berburu, sampai siang korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga pun sempat menghubugi lewat telpon. Tapi nomor korban justru tidak aktif.

Hingga akhirnya sekitar pukul 17.30 WITA, ayah korban menuju ke tegalan untuk menyabit rumput. Saat itu, didapati senapan anaknya tergantung di pohon kopi. Mendapati hal itu, Ia pun langsung mencari keberadaan anaknya.

Beberapa saat mencari, ia pun kaget bukan main setelah melihat anaknya justru sudah dalam posisi tergantung pada pohon kaliasem dengan menggunakan seutas selendang.

Mendapati hal tersebut, ia pun segera pulang ke rumah dan memberitahukan kepada anaknya yang lain. Lalu diteruskan kepada Kepala Dusun serta Babinkamtibmas Desa Peninjoan.

“Sekitar pukul 18.30 WITA, petugas bersama Kadus dan pihak keluarga menurunkan tubuh korban dari pohon kaliasem. Selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dilaksanakan pemeriksaan medis,” jelasnya.

Pun demikian ditegaskan Sarta, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dr. Puskesmas Tembuku 2, dr. Ida Ayu Alit Juwitashanti, bersama unit identifikasi Polres Bangli tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban murni gantung diri. Sementara motif, dugaan sementara diduga korban mengalami depresi karena sudah tiga hari tidak bekerja. Awalnya korban bekerja di salah satu bengkel di desanya. Namun beberapa hari ini sudah tidak bekerja,” sebutnya.

Penulis : Komang Riski

Editor : Oka Suryawan