Pasangan Agus Mahayastra - Agung Mayun ikuti prosesi mejaya-jaya sebelum dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Gianyar
sewa motor matic murah dibali

Gianyar, balipuspanews.com- Kali pertama, prosesi Upacara Mejaya-jaya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar dipuput oleh Panca Rsi yang berasal dari Sarwa Sadaka, Kamis, (20/9/2018) di Padamasana Kantor Bupati Gianyar.

Sebagai purohita adalah Ida Pedande Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng, dan didampingi oleh empat sulinggih yaitu Ida Pedanda Kekeran dari Griya Kekeran Blahbatuh, Pandita Agni Sri Bhagawan Satyananda Saraswati dari Griya Babakan Sukawati, Ida Rsi Putra Darma Kerti dari Griya Giri Kesuma Babakan Gianyar dan Ida Pandita Empu Siwa Putra Daksa Wiraha Manuaba dari Melinggih Payangan.

Upacara mejaya-jaya merupakan rangkaian dari acara Pelantikan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra dan Wakil Bupati Gianyar, A A Gde Mayun oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster yang dilaksanakan di Gedung Wiswa Saba, Kantor Gubernur Bali.

Prosesi Upacara Mejaya-jaya yang berlangsung sejak pukul 06.00 Wita tersebut juga diikuti pimpinan Organisasi Perangat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Kepala Bagian Kesra, Setdakab. Gianyar, Ngakan Ketut Jati Ambarsik mengatakan, upacara mejaya-jaya ini adalah salah satu  prosesi  penyucian  melalui ritual  Agama Hindu. Dimana tujuannya adalah membersihkan pengaruh pengaruh negative atau Mala dalam diri seorang calon pemimpin agar mendapatkan kesucian jasmani maupun rohani.

Disebutkan dalam sastra bahwa pemimpin akan mengemban tugas mulya yaitu melayani dan mensejahterakan masyarakat. Tugas ini adalah tugas suci maka harus diawali pula dengan kesucian hati dan pikiran, dalam upacara ini diharapkan pula dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar Periode 2018-2023 mendapatkan kejayaan dan kemasyuran.

Ditambahkan Ambarsika, untuk menyempurnakan yadnya ini selain pemilihan bahan dan jenis upacara yang satwik, juga dipuput oleh panca Rsi yang berasal dari Sarwa Sadaka. Pemilihan Panca Rsi sebagai Pemumut yadnya ini adalah sesuai lontar Widi Sastra dimana yadnya yang dilaksanakan  diharapkan mendapatkan kesempurnaan dan mampu menetralisir kekuatan negative yang datang dari 5 penjuru mata angin.

“Lantunan Mantra dari Panca Rsi yang berasal dari Sarwa Sadaka ini diharapkan dapat menggugah alam rohani dan jasmani terutama masyarakat Gianyar yang beragam  dapat bersatu dan harmonis dalam mendukung dan bersama para pemimpinnya untuk ikut mewujudkan kesejahteraan Rakyat Gianyar,” tambah Ambarsika. ( rls/bas)

 

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here