Pande Nyoman Anom Jatiyasa
Pande Nyoman Anom Jatiyasa
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Setelah merampungkan proses pemeriksaan terhadap laporan Wakil Bendesa Adat Denpasar, Made Bagus Kertha Negara (39), penyidik Satuan Reskrim Polresta Denpasar akhirnya menetapkan Pande Nyoman Anom Jatiyasa alias Anom (28) sebagai pelaku penganiayaan tunggal, sedangkan bapaknya sendiri Pande Yana tidak terlibat.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Artha Ariawan, Minggu (6/10/2019). Menurutnya, penetapan tersangka terhadap Pande Anom ini dilakukan, pada Jumat (4/10/2019) setelah yang bersangkutan dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan Made Bagus Kertha Negara.

Dimana, Wakil Bendesa Adat Denpasar itu awalnya melaporkan dikeroyok oleh bapak dan dua anaknya serta belasan anggota omas di Bali di sebuah gang di Jalan Kartini sebelah Selatan Br. Wangaya Kelod, Denpasar Barat, Selasa (1/10/2019) sore. Bahkan kasus penganiayaan ini sempat viral di media sosial.

Berdasarkan hasil pemeriksaan korban dan keterangan saksi saksi di TKP, Pande Anom mengakui memukul korban. “Sudah dilakukan pemeriksaan dan pelaku mengakui memukul korban sebanyak 5 kali dibagian wajah,” ungkap mantan Kapolsek Kuta Utara ini.

Ditanya apakah bapaknya Pande Yana dan anaknya perempuan ikut terlibat? Kompol Arta mengatakan dari proses penyidikan yang dilakukan terbukti hanya Pande Anom yang melakukan.

“Sementara proses sidik terbukti tersangka Pande Anom yang melakukan penganiayaan. Latarbelakang pelaku dan korban sebelumnya ada permasalah lama,” ujar mantan Kasat Narkoba Polresta Denpasar ini.

Akibat perbuatannya, Pande Anom yang bekerja sebagai tenaga kontrak di Dinas Pendapatan Daerah Kota Denpasar itu dijerat Pasal 170 KUHP atau Pasal 351 KUHP tentang Pengeroyokan Barang Siapa Dengan Terang-terangan Dan Dengan Tenaga Bersama Menggunakan Kekerasan Terhadap Orang Atau Barang, Diancam Dengan Pidana Penjara Paling Lama lima Tahun Enam Bulan. (pl/bpn/tim)