Pandemi Covid-19, Omset Penjualan Pedagang di Jalur Singaraja-Denpasar Turun

Kunjungan para pelanggan di salah satu warung yang ada di Shortcut
Kunjungan para pelanggan di salah satu warung yang ada di Shortcut

BULELENG, balipuspanews.com – Pandemi Covid-19 masih begitu terasa hingga saat ini. Hal itu pun bahkan berdampak keras terhadap beberapa pedagang yang ada ditempat peristirahatan atau pesinggahan di Jalur Singaraja – Denpasar.

Sebab hingga kini hampir semua pedagang mengalami penurunan dalam berjualan akibat kunjungan yang berkurang secara dratis semenjak pandemi.

Seperti yang diceritakan salah seorang pemilik warung bakso ikan tuna bernama Kadek Dwika yang memulai usaha dari awal 2019 ini, dimana jika sebelum pandemi menghabiskan sekitar 2-3 Kilo daging tuna untuk bakso kini saat pandemi daging 10 Kilo memerlukan waktu seminggu atau lebih baru habis dijual.

Sehingga pendapatannya dalam sehari sebelum pandemi bisa mencapai Rp 500 ribu kini setelah pandemi menerjang hanya berkisar Rp 200 – 300 ribu dalam sehari.

Ia bahkan menambahkan jika sebelum pandemi para pengunjung atau yang singgah begitu ramai tanpa mengenal hari, akan tetapi semenjak pandemi semua turun drastis dan hanya ramai pada hari tertentu seperti hari Minggu serta diawal bulan.

“Ya semua sangat terdampak karena pandemi ini dari segi penjualan kedatangan para pengunjung sangat-sangat berkurang tidak seperti sebelum pandemi,” jelasnya saat ditemui langsung di Warung miliknya yang berlokasi di Shortcut titik 5-6 Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Selain dirinya, hal serupa juga dirasakan Kadek Yuli yang menjual makanan ketupat Sate dan Rawon dilokasi berbeda. Ia mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 memang penjualan menurun drastis akibat penurunan kunjungan yang semakin sepi. Bahkan jika sebelumnya pelanggan hampi setiap hari ramai saat ini hanya setiap hari Minggu terlihat ramai.

Tak hanya itu jika sebelumnya dalam sehari bisa habiskan sekitar 5-10 kilo daging, kini semenjak penurunan pengunjung daging 3-4 kilo dalam sehari kadang tidak habis terjual.

“Kalau soal pendapatan jelas menurun soalnya tidak seramai sebelum pandemi, tapi sehari kadang tidak habis,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan