Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Bali Klungkung Pandemi Covid-19, Rumput Laut Kembali menjadi Primadona di Nusa Penida

Pandemi Covid-19, Rumput Laut Kembali menjadi Primadona di Nusa Penida

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Sempat mati suri akibat perkembangan pariwisata, kini rumput laut di Nusa Penida menjadi primadona kembali.

Terkait hal tersebut, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi perbekel Desa Lembongan, I Ketut Gede Arjaya mengumpulkan kelompok petani rumput laut di kediaman Bupati Suwirta, pada rabu (16/9/2020) malam kemarin.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan kepada kelompok tani rumput laut sebelum Pandemi Covid-19, tepatnya di bulan juli 2018, terjadi kelangkaan rumput laut.

Bupati Suwirta mengatakan setelah ditelusuri dan dibuatkan kajian yang pasti, ternyata hasilnya bahwa matinya rumput laut di Nusa lembongan karena perilaku masyarakat yang lebih memilih sektor pariwisata.

Mengetahui hal tersebut, Bupati Suwirta menugaskan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi dengan tujuan agar Rumput laut di Nusa Penida bisa kembali hidup.

“Saya harap masyarakat Lembongan tetap semangat menjalani pekerjaan ini,” harap Bupati asal ceningan.

Bupati Suwirta menambahkan ketika sebagian masyarakat sudah beralih profesi menjadi petani rumput laut pada masa pandemi, muncul beberapa permasalahan yang terjadi, yakni lahan, pertumbuhan rumput laut, dan saat ini sebagian masyarakat Nusa Penida menjadikan hasil panen rumput laut sebagai sumber pendapatan mereka secara berkelanjutan serta harga dari rumput laut tersebut.

“Mudah-mudahan dengan pengalaman pada masa Pandemi Covid-19, walaupun nanti apabila Pariwisata sudah kembali normal, agar rumput laut jangan sampai ditinggalkan,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta menerangkan bahwa dirinya dan instansi terkait sudah membuat MoU antara koperasi dengan pengepul dan mengupayakan agar Kabupaten Klungkung melalui titik ungkit yakni Nusa Penida menjadi Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN).

Dengan begitu, nantinya dana tersebut sebagian digunakan untuk membuat pelatihan kepada para petani rumput laut agar kepastian harga lebih terjamin.

“Sehebat apapun pariwisata, alternatif ekonomi di Lembongan terutama rumput laut, harus tetap hidup dan dilanjutkan, agar ketika badai-badai lain datang, Kita tidak lagi seolah-olah kehilangan segalanya,” pesan Bupati Suwirta.

Ketua kelompok budidaya rumput laut, Segara Raksa Suarbawa menyarankan untuk keberlanjutan budidaya rumput laut, harus mempunyai strategi-strategi diantaranya dalam hal mempertahankan berbagai jenis bibit rumput laut, agar bisa mengetahui lokasi dan musim apa bibit tersebut bisa tumbuh.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta beserta jajaran yang sudah sangat peduli terhadap perkembangan budidaya rumput laut, dimana pemerintah hadir dalam rangka penyesuaian harga rumput laut di pasaran.

“Saya harapkan teman-teman kelompok kedepannya agar tidak apriori terhadap lembaga-lembaga tetapi harus bekerjasama,” harap Suarbawa.

Suarbawa menambahkan Pemerintah Kabupaten Klungkung sudah sangat mengambil peran dalam hal budidaya rumput laut ini, dan tetap memperhatikan perkembangan rumput laut setiap tahunnnya.

Penulis/Editor : Roni/Oka Suryawan

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Copyright | About Us
Member of