Pelepasliaran tukik di pantai Perancak
Pelepasliaran tukik di pantai Perancak

NEGARA,balipuspanews.com – Pandemi covid-19 ternyata berdampak baik bagi perkembangan penyu. dampak yang paling kelihatan yakni meningkatnya jumlah penyu yang bertelur di sepanjang pesisir Jembrana.

Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak I Wayan Anom Astikajaya mengatakan, meski di masa pandemi covid-19 pihaknya tetap melakukan aktivitas penangkaran dan pelestarian penyu.

Di masa pandemi covid-19 saat ini, penyu yang bertelur mengalami peningkatan. Dari bulan Januari hingga bulan Juni, jumlah telur penyu yang bisa diselamatkan mencapai 10 ribu lebih.

“Penyu yang bertelur mengalami peningkatan. Telur-telur penyu yang berhasil diselamatkan kami tetaskan di penangkaran ini,” ujarnya Jumat (3/7).

Sejak berdirinya kelompok Kurma Asih tahun 1997 lalu hingga saat ini sudah berhasil melepaskan tukik mencapai 305 ribu ekor tukik ke habitatnya di laut.

“Dan hari ini kita lepasliarkan 450 ekor tukik ke laut,” ujarnya.

Meski telur penyu meningkat, namun pelestari penyu Kurma Asih sangat sepi pengunjung. Sehingga kelompok tersebut sama sekali tidak ada pemasukan.

“Kami berharap ada donatur yang bisa membantu Kurma Asih dalam keberlangsungan pelestarian penyu,” ungkapnya.

Bupati Jembrana I Putu Artha yang ikut dalam pelepasliaran 450 ekor tukik bersama Forkopimda Jembrana di Pantai Perancak, sekaligus menyerahkan bantuan alat tangkap jaring kepada 22 kelompok nelayan di desa Perancak, mengatakan, pelepasliaran tukik kelaut itu sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah bersama yayasan Kurma Asih terhadap pelestarian lingkungan khususnya satwa langka penyu. Masyarakat diharapkan juga bersama-sama membantu melestarikan penyu.

“Dengan dilepasnya ratusan penyu ini, saya harap keberlangsungan hidup penyu dan populasinya semakin meningkat. Daya hidup tukik untuk menjadi penyu dewasa sangat sulit, oleh karena itu mari kita bersama – sama menjaga kelestariannya,” harapnya

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

Facebook Comments