Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana saat meninjau panen raya di Subak Mambal dan Subak Sempidi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana saat meninjau panen raya di Subak Mambal dan Subak Sempidi.

MANGUPURA, balipuspanews.com – Sesuai jadwal, bulan April ini sudah mulai memasuki musim panen raya padi. Kondisi ini tentu sangat menggembirakan dalam rangka mengamankan produksi dan stok pangan khususnya gabah, ditengah ancaman penyebaran Virus Corona dan kebijakan social distancing yang dikhawatirkan akan menjadi kendala dalam proses panen raya tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Minggu (5/4) saat diminta tanggapannya usai meninjau panen raya di Subak Mambal dan Subak Sempidi tidak menampik hal itu. Menurutnya memang ada kekhawatiran proses panen raya kali ini akan mengalami sedikit kendala terutama terkait ketersediaan tenaga kerja karena adanya pembatasan sosial yang semakin ketat dimana kemungkinan buruh panen dari luar daerah akan sangat langka. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengantisipasi dengan menugaskan para penyuluh lapangan untuk berkoordinasi dengan para pekaseh dan kelompok tani agar memanfaatkan tenaga kerja lokal dengan menghidupkan kembali Sekaa Manyi yang sebetulnya jumlahnya cukup banyak dan sudah dibantu oleh pemerintah dengan berbagai peralatan untuk panen.

Disinggung mengenai ketersediaan pangan khususnya gabah, mantan Kabag Organisasi ini mengungkapkan bahwa berdasarkan estimasi luas panen dan estimasi produksi gabah kering panen (GKP) bulan Maret-Juni akan ada 7.502 Hektar luas panen dengan produksi gabah sekitar 47.577,69 Ton dengan estimasi produksi beras sebanyak 29.640,90 Ton.

“Dengan estimasi kebutuhan beras sampai Bulan Juni sekitar 20.640,90 ton sehingga dalam tiga bulan kedepan akan ada surplus beras sekitar 9.105,98 Ton, belum termasuk stok gabah di penyosohan beras sebanyak 228,1 ton. Sedangkan estimasi produksi beras sampai Desember 2020 sekitar 67.260,09 Ton dengan estimasi kebutuhan sekitar 62.772,42 Ton sehingga kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan penduduk Kabupaten Badung, akan ada surplus beras 4.487,67 Ton dan berdasarkan hasil monitoring panen raya di sejumlah subak, produksi gabah petani sudah sesuai dengan estimasi, produksi gabah kering panen rata-rata 6 sampai 7 ton/hektar. Harapan kita bersama tidak akan ada kendala sehingga produksi beras dipastikan aman,” katanya.

(Ita/bpn/tim)