Jumat, Februari 23, 2024
BerandaKarangasemPanen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas

Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas

KARANGASEM, balipuspanews.com – Bupati Karangasem, I Gede Dana menghadiri panen kapas dan temu kemitraan dengan para petani di Dusun Tegallanglangan, Desa Datah, Kecamatan Abang, Selasa (12/4/2022). Dari panen raya ketiga di awal bulan April ini, sebanyak 20 kg kapas jenis kanesia berhasil dikumpulkan bupati bersama para petani Kapas KWT Merta Sari Bulakan.

Usai memanen Kapas, Bupati Karangasem juga menyempatkan diri menyapa petani serta pengepul kapas dalam acara temu kemitraan di Wantilan Pura Manik Kembar, Dusun Tegallanglangan.

“Gerakan panen secara bersama tadi dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen saya pada pengembangan kapas yang perlu dikawal sampai bisa mewujudkan Karangasem sebagai sentralnya kapas di Bali dalam rangka menyediakan kebutuhan akan benang upacara dan benang tenun,” ujar Bupati Dana.

Rencananya, Bupati Dana kedepannya akan tetap mendorong pengembangan kapas di wilayah Dusun Tegallanglangan, supaya nanti kapas bisa dikembangkan secara mandiri dan betul-betul bisa meningkatkan pendapatan petani dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, untuk tahun 2022, Bupati Dana berkomitmen mengembangkan 100 Ha lagi yang dibiayai dari APBD Kabupaten Karangasem. Bentuk kegiatannya adalah berupa pengembangan kawasan, dengan fasilitasi bantuan berupa sarana produksi secara lengkap dari benih, pupuk, pengendali OPT, serta sarana pendukung lainnya.

BACA :  Menko PMK Minta Perguruan Tinggi Kedepankan Wajah Sosialnya

Kedepannya penanganan pasca panen akan diperbaiki, pengolahan kapas menjadi benang tukelan dan benang untuk industri tenun, tetap akan menjadi prioritas untuk difasilitasi dan dikembangkan.

Oleh karena itu, Ia meminta kepada OPD Pengampu yaitu Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan yang mempunyai tugas dan fungsi tersebut, jangan bosan-bosan untuk melayani petani.

“Saya minta supaya terus berinovasi, terus bekerja keras, terus memberikan dampingan kepada petani, sehingga petani kapas tetap semangat untuk berproduksi dan bisa meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Bupati Dana sembari meminta Petani Kapas supaya tetap melakukan cara budidaya kapas yang baik, karena menurutnya jika dilakukan dengan ikhlas dan semangat, niscaya hasil yang baik akan didapatkan oleh Para Petani Kapas.

Terkait temu kemitraan yang digelar usai panen raya, Bupati Dana juga menyebutkan sengaja menghadirkan pengepul, pemintal dan penenun adalah untuk menjamin kesejahteraan Petani Kapas. Produksi kapas yang dihasilkan petani haruslah mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk meningkatan pendapatan petani.

Kapas yang petani hasilkan harus laku terjual dengan harga pasar yang pantas. Jangan sampai ada riak atau keluhan petani yang menanam kapas, hasilnya tidak laku bahkan tidak dapat dijual. Disinilah peran Pemerintah harus dapat hadir untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

BACA :  Danamon Hadirkan Solusi Bebas Galau Finansial dan Anti Sulit di IIMS 2024

“Saya minta partisipasinya untuk bisa membeli kapas asli Karangasem dengan harga yang pantas dengan prinsip saling menguntungkan. Ayolah mulai mencintai produksi daerah sendiri, semuanya bisa dikomunikasikan untuk mendapatkan mitra bisnis yang sesuai, “Jele melah nyama Karangasem,” imbuhnya.

Dalam temu kemitraan ini juga dilaksanakan penandatanganan beberapa MoU antara Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem dengan Tim Peneliti Roguing Tanaman Kapas dan Balitas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang.

Kemudian antara Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Pemkab Karangasem dengan Pengawas Benih Tanaman dari UPTD Balai Perbenihan Pengawasan, Sertifikasi Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

MoU selanjutnya juga ditandatangani oleh Pengepul Kapas dengan Kelompok Tani, Pengepul Kapas dengan Pemintal Benang Tukelan dan Kelompok Tani Merta Sari Bulakan dengan Pemilik Tenun Karya Sari Warna Alam Tenun Kain Bebali.

Kehadiran Tim Roguing/Tim Peneliti Pemulia Tanaman Kapas dari Balai Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis Malang dalam rangka melakukan seleksi tanaman kapas yang selanjutnya bisa menghasilkan Dokumen Benih sebagai persyaratan untuk pengajuan Sertikiasi benih kapas.

BACA :  Pantau Dua TPS di Desa Pedawa, Pj Bupati Buleleng Dibonceng Warga

Sedangkan dihadirkan Tim Pengawas Benih Tanaman Perkebunan dari UPTD Perbenihan, Pengawasan Sertifikasi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk melakukan pendampingan sekaligus memfasilitasi proses sertifikasi benih kapas yang diproduksi di Karangasem saat ini, sehingga Karangasem bisa menghasilkan Benih Sebar kapas secara mandiri, bermutu dan bersertifikat untuk pengembangan kapas selanjutnya.

Sebagai informasi, Panen Raya ini telah berlangsung 3 kali, diantaranya pada pertengahan Maret, Akhir Maret dan Awal April. Kapas yang dipanen merupakan jenis bibit kapas Kanesia 20 yang 4 bulan lalu ditanam Pemkab Karangasem bersama-sama pada demplot kapas dari luasan total yang ditanami sebanyak 15 Ha yang dilaksanakan oleh 3 kelompok tani.

Kegiatan itu bisa berjalan berkat partisipasi dari PT. Bank BPD Bali yang telah menggelontorkan Dana CSR nya untuk pengembangan kapas tersebut.

Penulis : Gede Suartawan

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular