Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Klungkung Pengayah Pura Dasar Bhuana Gelgel Gelar Mejaya- jaya Jelang Karya Agung Panca...

Pengayah Pura Dasar Bhuana Gelgel Gelar Mejaya- jaya Jelang Karya Agung Panca Wali Krama

Semarapura,balipuspanews.com-Pangempon Pura Dasar Bhuana Gelgel akan mengelar upacara Agung Panca Wali Krama, mamungkah, nubug pedagingan, Ngenteg Linggih, Mahayu Jagat Marisudha Gumi yang puncaknya akan berlangsung Soma Keliwon( 31/12/2018) mendatang. Untuk mempersiapkan prosesi itu, Selasa ( 18/9/2018) digelar upacara mejaya- jaya yang dipuput oleh tiga sulinggih masing- masing Ida Peranda Gede Griya jumpung, Ida Perande Putra Keniten Keniten dan Ida Perande Kemenuh dari Griya Kamasan.

Prosesi mejaya- jaya yang diikuti semua pengayah bertujuan membersihkan secara sekala niskala warga yang akan mempersiapkan prosesi. Dengan demikian, seluruh pengayah utamanya panitia bisa ikhlas saat ngayah. Setiap pengayah yang ikut mejaya- jaya terlihat menyematkan karowista dikepala sebagai pertanda penyucian diri.

Menurut Bendesa Pekraman Gelgel Putu Arimbawa ST menyebutkan, karya yang akan digelar untuk pertama kalinya di Pura Kahyangan Jagat di Pura Dasar Buana Gelgel,Klungkung ini diawali dengan prosesi Ngaku Agem dan menjaya- jaya.

Menurutnya, seluruh rangkaian karya ada 33 tahapan dan memakan waktu sekitar 142 hari. Lebih jauh  bendesa pekraman Gelgel Putu Arimbawa menyatakan,  karya kali ini melibatkan sekitar 500 orang pengayah yang stand bay  nyanggre   pelaksanaan karya.

Hadir dalam Upakara Ngaku Agem Mejaya Jaya ini Pengelingsir Pura Dasar Buana Ide Cokorda Gde Ngurah serta Pengajeg Karya Ide Dalem Semaraputra disamping seluruh pengurus desa Pekraman Gelgel,KLungkung.

Keberadaan Pura dasar Bhuana sesuai plutuk sejarah yang ada disebutkan Pura Dasar Bhuana keberadaannya sejak adanya batu bersinar dimana Mpu Gana mengolah yoga semadai ditempat tersebut. Maksud beliau melakukan tapa semadi ditempat yang dibangunnya Pura dasar Buana Gelgel  ini untuk kesejahteraan rakyat Bali dikala itu.

Dengan kesadaran Dalem Gelgel yang berkuasa saat itu dibangunlah Pura Kahyangan Jagat Pura dasar Buana Gelgel sebagai wujud terimakasih Ide Dalem diberikanlah kepercayaan pada Warga Pasek Gelgel untuk membangun Pura tersebut dengan membangun pelinggih termasuk warga yang lainnya untuk membuat pelinggih di areal Pura dasar Buana Gelgel saat itu .

Sebagaimana diketahui Ide Dalem kemudian mengumpulkan seluruh trah warga yang ada diwilayah Gelgel untuk bersatu yang dikukuhkan dengan keberadaan Pura Dasar Bhuana Gelgel.

Sebagai Pura Kahyangan Jagat yang bukan Pura Kawitan, Pura Dasar Buana yang ditandai dengan macek( tanda tangan red) untuk mengawali petirtan dikala Pemacekan Agung yang jatuh pada 5 hari setelah Hari Raya Galungan dan 5 hari menjelang Hari Raya Kuningan. Dengan ketegasan itu seluruh umat Hindu dimanapun berada diseluruh Nusantara wajib muspa sembahyang pada  macek ( hadir pada petirtan pemacekan Agung red).

Setelah sekian abad berjalan seluruh pengempon warga Desa Pekraman Gelgel tergerak kesadarannya untuk menghaturkan  menggelar prosesi agung yang wajib untuk dilaksanakan di Pura Kahyangan Jagat Bali di Pura Dasar Buana Gelgel. (Roni)

 

 

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of