Pangdam IX/Udayana mencicipi durian pemenang di Madenan, Buleleng

TEJAKULA, balipuspanews.com – Setelah memenangkan kontes durian pada akhir tahun 2019 lalu, kini buah durian pemenang kontes itu terus diburu berbagai kalangan mulai dari artis, hingga pejabat sipil dan militer di Bali penasaran dengan “Ki Raja”, sang Runner Up dari Desa Madenan, Kecamatan Tejakula.

Bahkan, Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto turun langsung ke Desa Madenan untuk berburu “Ki Raja” di tanah asalnya, Sabtu (11/1). Menurutnya, kedatangannya bersama petinggi Kodam IX/Udayana ke Desa Madenan bukan saja ingin merasakan citarasa durian lokal Buleleng, tetapi juga bagian dari langkahnya untuk mendukung upaya Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam mengembangkan ikon durian lokal Buleleng.

“Kami Kodam IX/Udayana pasti akan mendukung. Dengan perangkat-perangkat kami yang ada di daerah, mungkin kami juga akan berpartisipasi. Kehadiran saya di sini juga dalam konteks itu (mendukung upaya Bupati Buleleng). Siapa tahu kehadiran Pangdam IX/Udayana ini menjadi sarana promosi,” ungkap Benny Susianto setelah mencicipi citarasa Durian “Ki Raja”.

Dikatakan, bila durian “Ki Raja” ini dikembangkan secara serius, buah ini bisa saja menjadi komoditas ekspor nantinya. Tidak saja itu, pengembangan durian lokal asli Buleleng ini juga bisa menjadi tujuan wisata baru di Bali. Jenderal bintang dua ini menyebut, kehadiran durian “Ki Raja” ini bisa menjadi salah satu ikon pariwisata ke depannya, bukan saja untuk Buleleng tetapi juga bagi daerah Bali.

“Ki Raja ini memiliki keistimewaan, durian ini tanpa biji. Bukan sekedar itu, rasanya pun tidak kalah dengan durian yang selama ini kita kenal, seperti Musang King. Dan ini menurut saya perlu dikembangkan sebagai daya tarik tersendiri guna meningkatkan wisata agro,” kata Benny.

Menurut Jenderal kelahiran Jakarta ini, durian “Ki Raja” saat ini sudah sangat viral di dunia maya.  Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat sekitar agar mengambil momentum yang baik ini untuk semakin mengembangkan durian lokal khas Buleleng, khususnya jenis “Ki Raja”. Saat ini, kata Benny, sudah semakin banyak masyarakat yang tertarik dengan kehadiran durian “Ki Raja “ ini.

“Masyarakat harus mau mengembangkan ini, lakukan pembibitan yang baik. Pemerintah Daerah juga harus respon dengan baik pula. Support masyarakat di sini untuk mengembangkan Durian ini,” harap Jenderal lulusan Akmil tahun 1987 ini.

Viralnya durian “Ki Raja” ini tidak terlepas dari upaya Bupati PAS atau yang akrab disapa PAS dalam mengembangkan ikon durian lokal Buleleng. Salah satunya adalah melalui pelaksanaan kontes akhir tahun 2019 lalu. Dikatakan PAS pada saat itu, pelaksanaan kontes durian itu digelar untuk mencari buah durian dengan kualitas terbaik, yang akan dikembangkan menjadi ikon buah durian lokal Buleleng. Durian pemenang akan dikembangkan melalui pembibitan secara massal dan bibitnya akan dibagikan secara cuma-cuma kepada petani.

“Bagaimana nantinya durian itu (pemenang) bisa menjadi maskot dari durian Kabupaten Buleleng. Nanti bibitnya kita kembangkan dan berikan kepada petani secara gratis,” ungkap Bupati PAS kala itu.

Pada pelaksanaan kontes durian beberapa waktu lalu, tampil sebagai juara I yaitu “I Jalur” dari Desa Munduk Besatala, Kecamatan Seririt. Sedangkan durian asal Desa Madenan, “Ki Raja” berhasil menjadi Runner Up, dan “I Panji” dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada, menduduki peringkat ketiga. Saat ini, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian tengah bersiapa untuk melakukan pembibitan dari durian pemenang tersebut. (rls/BPN/tim)