Pangdam Lepas Satu Kompi Prajurit IX/Udayana ke Misi Perdamaian Dunia ke Kongo Afrika Tengah

Pelepasan prajurit yang berlangsung di Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR, Gianyar, Jumat (11/9/2020)
Pelepasan prajurit yang berlangsung di Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR, Gianyar, Jumat (11/9/2020)

GIANYAR, balipuspanews.com – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara melepas satu kompi prajurit Kodam IX/Udayana dari Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka yang akan tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXVI-G Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA CAR) TA 2020. Pelepasan prajurit itu berlangsung di Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR, Gianyar, Jumat (11/9/2020).

Para prajurit Kodam ini sedianya  melaksanakan tugas negara menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Konga, Afrika Tengah. Mereka tergabung dalam Kontingen Garuda untuk melaksanakan mandat PBB yaitu melanjutkan upaya-upaya menciptakan stabilitas dan perdamaian di negara itu.

Sebelum pelepasan keberangkatan prajurit di Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR, Gianyar, Jumat pagi, Pangdam mengaku bangga karena para prajuritnya mendapat kesempatan untuk misi perdamaian dunia di negara Afrika Tengah yang kini sedang konflik.

Menurut Pangdam, para prajurit Satgas Yonzipur 18/YKR dipimpin oleh Danyon Zipur 18/YKR Letkol Czi Parlindungan S akan melaksanakan mandat PB. Yakni melanjutkan upaya-upaya menciptakan stabilitas dan perdamaian, terlebih khusus tugas pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan, pembuatan jembatan, dan kegiatan militer lainnya di Afrika Tengah yang kini tengah konflik.

“Kepada para Prajurit yang tergabung dalam Kontingen Garuda agar melaksanakan tugas dengan penuh semangat, dedikasi tinggi, dan disiplin serta tetap memperhatikan faktor keamanan dan kesiapsiagaan terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah tugas,” tutur Pangdam.

Ia juga berharap, para Prajurit Satgas Yonzipur 18/YKR yang telah menerima berbagai latihan dan pembekalan baik di satuan maupun di PMPP Sentul, agar melaksanakan tugas dengan profesional dan proporsional.

“Keberhasilan pelaksanaan tugas akan sangat menentukan citra dan prestasi serta keberlanjutan misi-misi perdamaian Indonesia di masa mendatang,” terangnya.

Sementara itu, Prajurit Satgas Yonzipur 18/YKR yang tergabung dalam Pasukan Garuda hari ini berangkat menuju Sentul, Bogor untuk bergabung dengan induk pasukan. Kemudian diberangkatkan ke negara Republik Afrika Tengah dalam rangka menjalankan misi perdamaian PBB di negara tersebut.

“Kepada ibu-ibu yang ditinggal suaminya bertugas, sepatutnya merasa bangga karena suaminya mendapat kehormatan dan kepercayaan dari negara untuk mengemban tugas internasional. Selama ditinggal suami bertugas, bina, dan bimbing anak-anak dengan baik. Arahkan anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif,” ajak Pangdam memberi semangat.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan