Parade budaya di Taman Nusa
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com – Parade Budaya Nusantara Persembahan Taman Nusa yang melibatkan ratusan seniman dari berbagai daerah adalah Seniman Taman Nusa yang didukung oleh Sanggar Tari dan beberapa Sekolah/SMK di Gianyar, Bangli dan Klungkung.

Taman Nusa yang merupakan taman wisata budaya Indonesia mempersembahkan parade sebagai sebuah paket wisata yang diawali dengan prosesi penyambutan saat kedatangan tamu di boulevard dan Gedung Daun Sirih kemudian dilanjutkan dengan Tour/Jelajah Indonesia di Kampung Budaya.

Paket parade ini sudah dimulai sejak 2 tahun  yang lalu dan mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari wisatawan asing khususnya wisman asal Cina.

“Kami berharap kedepannya Parade Budaya Nusantara ini bisa menjadi salah satu paket yang sangat diminati oleh wisatawan domestik dan juga mancanegara yang datang ke Bali,” kata General Manager  Taman Nusa, I Nyoman Murjana, Jumat (14/8).

Seperti diketahui Bali akan dikunjungi lebih dari 15.000 delegasi dan pendamping pada Bulan Oktober 2018 dalam IMF World Bank Annual Meeting.

Taman Nusa bisa menjadi salah satu destinasi untuk tour para delegasi IMF dan pendamping selama mereka di Bali, sehingga mereka mendapat  pengetahuan menyeluruh tentang budaya dari berbagai etnis Indonesia dengan cara yang menarik dan interaktif sambil menikmati suasana alam pulau Bali.

Hari ini akan ada sekitar 1200 orang yang akan menonton Parade begitu juga besok dan lusa.

Mengawali Parade Budaya Nusantara kita akan disambut dengan Gong Kebyar. Gong Kebyar adalah sebuah musik prosesi yang didominasi oleh alat alat musik pukul, agung dan megah yang dipadukan dalam gamelan ini adalah Kendang, Gangsa, kajar, cengceng, klenang dan kempur menghasilkan musik yang harmonis, plural dan melodis yang juga akan mengiringi Tari Puspanjali dan Tari Tenun.

Pecalang sebagai pembuka jalan dengan Barisan panji panji, di bagian tengah ada barisan gebogan yang diusung krama istri Bali. Gebogan atau Pajegan bentuknya yang menjulang mirip seperti gunung, diatasnya juga diletakkan canang dan sampiyan sebagai wujud persembahan dan bhakti kehadapan Tuhan sebagai pencipta alam semesta.

Dilanjutkan penampilan Tari Barong. Tari Barong menggambarkan pertarungan antara kebajikan melawan kebatilan selanjunya adalah barisan Jegeg Bali yang merupakan muda mudi Bali denganmenampilkan Tari Puspanjali. Nama dari Puspanjali sendiri berasal dari dua kata yakni puspa dan anjali yang masing-masing memiliki arti bunga dan menghormat. Dari nama tersebut tentu akan kita dapati tujuan tarian puspanjali yakni sebagai tarian penghormatan bagi para tamu.

Dilanjutkan barisan Jegeg Bali dengan Payas lelunakan yang menampilkan Tari Tenun.

Tari Tenun merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan tentang penenun-penenun wanita dari desa yang sedang membuat kain tenun dengan alat-alat yang sangat sederhana

Masih dari Pulau Bali kita saksikan Tari Kecak disusul penampilan Ogoh Ogoh

Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai.(rls/bpn/tim)

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...