Minggu, November 1, 2020
Beranda Bali Denpasar Pariwisata Bali Dibuka Bertahap dan Terbatas Pada Kawasan Tertentu

Pariwisata Bali Dibuka Bertahap dan Terbatas Pada Kawasan Tertentu

DENPASAR, balipuspanews.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan bahwa pariwisata Bali pasca Covid 19 akan dibuka secara terbatas dan bertahap.

Hal itu diungkapkan saat dirinya menerima jajaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia National Air Carrier Association ( INACA) di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Wakil Gubernur Bali, Denpasar, pada Kamis (6/8) sore.

“Tidak semua kawasan akan dibuka, hanya yang telah secara baik menjalankan protokol kesehatan-lah yang kita buka, itupun dengan sertifikasi dari pemerintah daerah,” tandas Wagub.

Pemprov Bali sendiri menurut Wagub telah mengeluarkan pedoman kesehatan di 14 sektor. Panduan ini ditambah pula ketentuan khusus di sektor pariwisata melalui SOP-nya masing-masing.

“Kami cukup bangga, teman-teman pelaku pariwisata yang belum siap secara jujur menyatakan belum siap. Keterlibatan masyarakat juga sampai sekarang masih disiplin dimana Desa adat bahkan membuat sanksi tersendiri terkait protokol kesehatan,” jelas penglingsir Puri Ubud ini.

Penerapan SOP protokol kesehatan tersebut menurut Wagub adalah hal yang akan dikedepankan dalam ‘promosi’ Bali terutama setelah pembukaan pintu wisatawan domestik 30 Juli 2020 dan jelang pembukaan untuk wisman medio 11 September mendatang.

“Selain protokol kesehatan, untuk karyawan hotel misalnya kita laksanakan tes covid secara berkala. Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga 11 September pintu wisman ke Bali bisa dibuka, selain tentu saja menunggu regulasi pemerintah pusat dan negara lain untuk pembukaan penerbangan,” sambungnya.

Dalam sebuah poling secara virtual melalui webinar-webinar, Wagub Cok Ace juga menyebut calon wisatawan dari berbagai negara menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berkunjung ke Bali, bahkan hingga mencapai angka 80 persen.

Dirinya juga bersyukur penyebaran Covid 19 di Bali tidak separah daerah lain di Indonesia. Berdasarkan statistik 2 minggu terakhir tingkat kesembuhan hampir 87 persen, sedangkan tingkat kematian hanya 1 persen. Artinya juga Grafik kesembuhan kami di Bali posisinya masuk fase recovery, dimana jauh lebih banyak yang sembuh.

Di kesempatan yang sama, Ketua umum PHRI Pusat Hariyadi Sukamdani menyebut momen saat ini adalah dimulainya kampanye traveling sehat guna mendukung dibukanya Bali.

“Kampanye Ini kita lakukan Pertama kali di Bali. Namun ini juga hendaknya tidak pada wacana mengajak masyarakat secara masif untuk mulai bepergian, tapi pada wacana sebagai traveling sehat, sesuai protokol kesehatan sebagai ‘produk’ yang akan dijual. Tren yang mulai naik ini adalah kampanye dan merupakan paket menarik untuk masyarakat,” jelas Hariyadi.

Sementara itu, Ketua INACA Denon Wiraatmadja meminta kalangan media bisa membantu menyaring berita yang bersifat hoax mengenai covid 19 untuk menghindari gagalnya upaya bersama untuk pemulihan.

“Kita akan buat program yang lebih konkrit untuk kembali percaya pada keamanan transportasi udara atau penerbangan kita,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Di Buleleng, Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka

BULELENG, balipuspanews.com - Proses pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Minggu (11/10/2020) dan Senin (12/10/2020) di lima tempat berbeda akhirnya...
Member of