Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Bali Bangli Pariwisata Sepi, Pedagang Pakaian Banting Stir Jualan Tanaman Hias

Pariwisata Sepi, Pedagang Pakaian Banting Stir Jualan Tanaman Hias

BANGLI, balipuspanews.com- Pandemi Covid -19 membuat banyak pekerja pariwisata dikawasan wisata Kintamani, Bangli, Bali banting setir menekuni usaha lain.

Salah satunya Tantri. Wanita asal Banjar Petung, Desa Batur Tengah ini mengaku semenjak tamu sepi, ia mulai menjual berbagai macam tanaman hias untuk menambah pundi-pundi penghasilan

Dari pantauan balipuspanews.com Sabtu, (17/10/2020), nampak dilapak miliknya yang berada ditepi barat jalan raya, berbagai tanaman hias mulai dari bunga maupun buah-buahan disusun sedemikian rupa untuk menarik pembeli.

“ Saya menjual tanaman hias ini semenjak corona. Karena awalnya, semenjak tamu sepi pendapatan saya dari berjualan pakaian menurun drastis. Sehingga sampai sekarang saya nyambil jualan tanaman hias untuk menambah penghasilan,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, pada awal mulai menggeluti/berjualan tanaman hias, pembeli memang sempat ramai. Namun, lama-kelamaan seperti di era new normal ini, pembeli sangat sepi bahkan dalam satu hari pun dagangannya bisa tak terjual sama sekali.

“Dulu awal jualan sempat ramai. Namun, sekarang turun drastis, kadang dapat jualan, kadang tidak sama sekali. Tidak nentu sekarang,” ujarnya kembali.

Sementara itu, ketika disinggung terkait harga tanaman hias yang dijualnya, Bu Tantri mengatakan harganya beragam, tergantung dari jenis, besar, maupun pot yang digunakan.

“Harganya ada yang Rp15 ribu, Rp 35 ribu, dan Rp 50 ribu, tergantung jenis dari tanaman dan besarnya,” jelasnya.

Lantas bagaimana Bu Tantri memasarkan barang dagangannya? Dikatakan, selama ini kebanyakan dari pembeli langsung mendatangi tempatnya berjualan. Namun, semenjak new normal pembeli sangat menurun drastis. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya banyak warga yang juga berjualan bunga hias. Selain itu, lesunya ekonomi juga menjadi salah satu penyebab juga.

Sedangkan untuk pasokan tanaman, perempuan ramah ini mengaku ada yang didapatkannya dari membeli maupun menanamnya sendiri.

“ Saya hanya bisa berharap agar keadaan bisa kembali normal.Sehingga perekonomian bisa kembali membaik,” harap dia.

PENULIS : Komang Riski

EDITOR : Oka

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of