Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta dalam pertemuan di gedung DPRD setempat
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews. com – Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta benar benar membuat panas dingin Bali Tourism Board (BTB), politisi vokal asal Guwang, Sukawati ini benar benar berang hingga membuat pelaku pariwisata itu terpojok.

“Kenapa mengambil langkah itu, kenapa membuat kesepakatan dengan pihak yang sedang melakukan cara – cara rusak di Bali. BTB bukan wakil Bali, bukan mewakili Pemerintahan,” kata pria yang akrab dipanggil Man Parta itu.

Menurut Parta, apa yang dilakukan BTB atau GIPI jelas sudah sangat tidak tepat. Karena BTB bukan wakil pemerintah Bali, namun kenapa sampai berani mengambil peran untuk membuat kesepakatan dengan pihak – pihak yang jelas sangat merugikan Bali, kalangan Mafia Tiongkok.

Lebih jauh ditekankan orang BTB semestinya adalah orang – orang yang paling peka dengan masalah ini. Karena jajaran orang BTB hidup dari pariwisata, seharusnya sudah pertama menjaga kebudayaan Bali. Menjaga Bali dari serangan dan ancaman pihak – pihak yang mau merusak Bali.

“Bukan malah akhirnya mau membangun kesepakatan dengan pihak yang akan merusak Bali,” cetus Parta.

Disisi lain, Anggota Komisi II DPRD Bali AA Adhi Ardhana, yang lebih awal mengatakan bahwa yakin memang Ketua BTB IB Agung Partha tidak bermain.

“Saya yakin tidak bermain. Namun saya anggap langkah BTB tidak tepat, BTB masuk ke wilayah yang ngeri – ngeri sedap dalam kasus ini,” cetus Gung Adhi.

Kemudian giliran Kariyasa Adnyana benar – benar menohok, dia membaca sikap tertulisnya. Yang meminta BTB jangan biasakan untuk mengambil langkah – langkah secara parsial, bermain sendiri. seolah menjadi wakil Bali dalam membuat kesepakatan – kesepakatan dengan mafia Tiongkok. Ini merusak citra Bali juga. “Jika ada pemikiran, sampaikan kepemerintah, bukan langsung membuat kesepakatan. Kesepakatan yang terlihat hanya beberapa point saja, dibalik itu jangan – jangan ada kesepakatan lain. Ini jangan sampai terjadi. Dalam situasi seperti saat ini, mestinya bersatu mengambil langkah jangan sepihak dan malah membuat kesepakatan,” urainya.

Atas kondisi ini Ketua BTB IB Agung Partha meluruskan bahwa pihaknya tidak ada niat untuk mengambil langkah sepihak. Namun dirinya dengan niat baik dan tulus ingin berkontribusi dalam penyelesain masalah ini. “Kami niatnya baik, tidak ada niat aneh – aneh. Kami tulus untuk ikut menuntaskan masalah ini,” kata Gus Agung.

Atas sikap ini, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama mengatakan bahwa pihak BTB sudah mengaku bahwa tidak ada niat jelek. Namun ada cara yang salah dilakukan. “Oke lah tidak ada niat untuk itu, namun redaksi dan caranya salah. Kedepan jangan lagi seperti itu,” kata Adi Wiryatama. (art/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...